Press "Enter" to skip to content

Tata Cara Pemungutan Pajak di Indonesia Lengkap

Meidy 0

Apa itu Pajak? Bagaimana tata cara pemungutan pajak yang berlaku di Indonesia? Langsung saja mari kita bahas di artikel berikut ini.

Sebelumnya kita telah membahas materi Pajak; Fungsi, Teori yang Mendukung, & Jenis-Jenisnya Lengkap. Kali ini kita akan membahas mengenai Tata Cara Pemungutan Pajak di Indonesia.

Artikel Perpajakan lain bisa kalian akses disini.

Tata cara pemungutan pajak terdiri atas stelsel pajak, asas pemungutan pajak, dan sistem pemungutan pajak.

Stelsel Pajak

Pemungutan pajak dapat dilakukan dengan tiga stelsel, yaitu sebagai berikut:

1 – Stelsel Nyata (Riil)

Stelsel ini menyatakan bahwa pengenaan pajak didasarkan pada objek yang sesungguhnya terjadi (untuk PPh, maka objeknya adalah penghasilan). Oleh karena itu, pemungutan pajaknya baru dapat dilakuakan pada akhir tahun pajak, yaitu setelah seluruh penghasilan yang sesungguhnya dalam suatu tahun pajak diketahui. Contoh: Pajak Penghasilan Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23, Pasal 4 ayat 2, dan Pasal 26.

Kelebihan dari stelsel nyata adalah perhitungan pajaknya didasarkan pada penghasilan yang sesungguhnya sehingga lebih akurat dan realistis. Kekurangan stelsel nyata adalah pajak baru dapat diketahui pada akhir periode sehingga:

  • Wajib pajak akan dibebani jumlah pembayaran pajak yang tinggi pada akhir tahun, sementara pada waktu tersebut belum tentu tersedia jumlah kas yang memadai untuk membayar pajak tersebut; dan
  • Seluruh wajib pajak akan membayar pada akhir tahun sehingga jumlah uang beredar secara makro akan terpengaruh.

2 – Stelsel Anggapan (Fiktif)

Stelsel ini menyatakan bahwa pengenaan pajak didasarkan pada suatu anggapan yang diatur dalam peraturan undang-undang. Sebagai contoh, penghasilan dalam suatu tahun dianggap sama dengan penghasilan pada tahun sebelumnya, sehingga pajak yang terutang pada suatu tahun juga dianggap sama dengan pajak yang terutang pada tahun sebelumnya. Dengan stelsel ini, berarti besarnya pajak yang terutang pada tahun berjalan sudah dapat diketahui atau ditetapkan sejak awal tahun yang bersangkutan. Contoh: PPh Pasal 25.

Baca Juga:   Pajak; Fungsi, Teori yang Mendukung, & Jenis-Jenisnya Lengkap

Kelebihan dari stelsel fiktif adalah pajak bisa dibayar pada tahun berjalan tanpa harus menunggu sampai pada akhir tahun, misalnya pembayaran pajak dilakukan pada saat wajib pajak memperoleh penghasilan yang tinggi atau mungkin dapat dilakukan dengan diangsur dalam tahun berjalan. Kekurangannya adalah pajak yang dibayar tidak berdasarkan pada keadaan yang sesungguhnya terjadi, sehingga penentuan pajaknya menjadi tidak akurat.

3 – Stelsel Campuran

Stelsel campuran menyatakan bahwa pengenaan pajkanya didasarkan pada kombinasi antar stelsel nyata dan stelsel anggapan. Pada awal tahun, besarnya pajak yang terutang akan dihitung berdasarkan stelsel anggapan. Kemudian pada akhir tahun, besarnya pajak akan dihitung berdasarkan keadaan yang sesungguhnya terjadi. Jika jumlah pajak berdasarkan keadaan yang sesungguhnya lebih besar daripada besarnya pajak menurut anggapan pada awal tahun, maka wajib pajak harus membayar kekurangan pajak tersebut (PPh Pasal 29). Sebaliknya, jika jumlah pajak yang sebenarnya terutang lebih kecil daripada besarnya pajak menurut anggapan, kelebihan tersebut dapat diminta kembali oleh wajib pajak yang bersarngkutan atau dikompensasikan pada pembayaran pajak di tahun berikutnya, setelah diperhitungkan dengan utang pajak yang lain (PPh Pasal 28A).

Asas Pemungutan Pajak

Di Indonesia terdapat tiga asas dalam pemungutan pajak, yaitu sebagai berikut:

1 – Asas Domisili (Asas Tempat Tinggal)

Asas ini menyatakan bahwa negara memiliki hak untuk mengenakan pajak atas seluruh penghasilan dari wajib pajak yang bertempat tinggal di wilayahnya, baik penghasilan yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Setiap wajib pajak yang bertempat tinggal di wilayah Indonesia (Wajib Pajak Dalam Negeri) akan dikenakan pajak atas seluruh penghasilan yang diperolehnya, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia.

Contoh :

Tuan Bambang bertempat tinggal di Indonesia dalam jangka waktu tertentu yang menurut peraturan perpajakan Indonesia telah memenuhi ketentuan sebagai Wajib Pajak dalam Negeri. Pada tahun 2018, Tuan Bambang memperoleh penghasilan dari Indonesia sebesar Rp 500.000.000 dan dari luar negeri sebesar Rp 650.000.000. Maka, Penghasilan Tuan Bambang yang dikenakan pajak di Indonesia selama tahun 2018 adalah sebesar Rp 1.150.000.000.

Baca Juga:   Pengertian Pajak, Hukum Pajak, dan Pungutan Lain Selain Pajak

2 – Asas Sumber

Asas ini menyatakan bahwa negara memiliki hak untuk mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber dari wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal dari wajib pajak. Setiap orang yang menerima penghasilan dari Indonesia akan dikenakan pajak atas penghasilannya yang diterimanya tersebut.

Contoh:

Takeda adalah warga negara Jepang pada bulan Juli 2019 memperoleh penghasilan dari Indonesia sebesar Rp 200.000.000 dan dari negara lainnya sebesar Rp 150.000.000. Menurut peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia, Takeda merupakan Wajib Pajak Luar Negeri. Oleh karena itu, penghasilan Takeda yang dikenakan pajak di Indonesia pada bulan Juli 2019 hanya penghasilan yang bersumber dari Indonesia saja, yaitu sebesar Rp 200.000.000.

3 – Asas Kebangsaan

Asas ini menyatakan bahwa pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan dari suatu negara. Contohnya, pajak bangsa asing di Indonesia dikenakan atas setiap orang asing yang bukan berkebangsaan Indonesia, tetapi bertempat tinggal di Indonesia.

Sistem Pemungutan Pajak

Dalam memungut pajak dikenal beberapa sistem pemungutan, yaitu Official Assessment System, Self Assessment System, dan With Holding System.

1 – Official Assessment System

Sistem pemungutan pajak yang memberi kewenangan pada aparatur perpajakan untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang setiap tahunnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Dalam sistem ini, inisiatif serta kegiatan menghitung dan memungut pajak sepenuhnya berada di tangan para aparatur perpajakan. Dengan demikian, berhasil atau tidaknya pelaksanaan pemungutan pajak banyak bergantung pada anggota aparatur perpajakan (aparatur perpajakan berperan dominan dalam pemungutan pajak).

2 – Self Assessment System

Sistem pemungutan pajak ini memberikan wewenang kepada wajib pajak dalam menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang setiap tahunnya sesuai dengan undang-undang perpajakan yang berlaku. Dalam sistem ini, inisiatif serta kegiatan menghitung, melapor, dan memungut pajak sepenuhnya berada di tangan wajib pajak. Wajib pajak dianggap mampu menghitung pajak, memahami undang-undang perpajakan yang sedang berlaku, memiliki kejujuran yang tinggi, dan menyadari arti penting dari membayar pajak. Oleh karena itu, wajib pajak diberikan kepercayaan oleh aparatur perpajakan untuk:

  • Menghitung sendiri jumlah pajak yang terutang;
  • Memperhitungkan sendiri pajak yang terutang;
  • Membayar sendiri jumlah pajak yang terutang;
  • Melaporkan sendiri jumlah pajak yang terutang; dan
  • Mempertanggungjawabkan pajak yang terutang.
Baca Juga:   Pajak; Fungsi, Teori yang Mendukung, & Jenis-Jenisnya Lengkap

Jadi, berhasil atau tidaknya pelaksanaan pemungutan pajak sebagian besar tergantung pada peran aktif dari wajib pajak sendiri (Wajib pajak berperan dominan dalam pemungutan pajak).

3 – With Holding System

Sistem pemungutan pajak ini memberikan wewenang kepada pihak ketiga yang ditunjuk utnuk menentukan jumlah pajak yang terutang oleh wajib pajak sesuai dengan undang-undang perpajakan yang berlaku. Penunjukan pihak ketiga dilakukan sesuai dengan undang-undang perpajakan, keputusan presiden, dan peraturan lainnya untuk memotong serta memungut pajak, menyetor, dan mempertanggungjawabkan melalui sarana perpajakan yang telah disediakan. Berhasil atau tidaknya pelaksanaan pemungutan pajak sebagian besar bergantung pada pihak ketiga yang ditunjuk. Peranan dominan dalam pemungutan pajak ada pada pihak ketiga.

Jadi, sudah tau kan Tata Cara Pemungutan Pajak di Indonesia, kalau ada yang ingin ditanyakan bisa hubungi instagram atau facebook kami. Jangan lupa untuk share supaya ilmu ini bisa terbagiā€¦

Stay Productive

Leave a Reply