Press "Enter" to skip to content

Profesi dan Bidang Akuntansi Lengkap Beserta Penjelasannya

Seven 0

Last updated on December 23, 2019

Apa itu sebenarnya Profesi dan Bidang Akuntansi? Apa sihh perbedaannya? Dan kenapa kita harus mengerti dan mengetahui materi ini sihh?

Jika sebelumnya kalian telah membaca materi Pengguna Informasi Akuntansi itu adalah untuk mengetahui siapa saja yang membutuhkan informasi akuntansi, maka tujuan mempelajari Bidang & Profesi Akuntansi adalah agar kalian mengetahui sebenarnya apa aja sih yang akan kita pelajari nanti saat masuk jurusan akuntansi dan setelah lulus jurusan akuntansi nanti kita bakal jadi apa yahh kira kira?? Hehehee…

Profesi & Bidang Akuntansi

Nah… Bidang Akuntansi ini kalau diibaratkan di jurusan IPA maka seperti Fisika, Biologi dan Kimia, jika di jurusan Akuntansi pembagiannya Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, Perpajakan dan lain-lain. Sedangkan Profesi Akuntansi ini adalah pekerjaan kalian nanti kalau sudah lulus jurusan akuntansi atau lowongan pekerjaan yang bisa kalian lamar setelah lulus nanti yang nyambung lah dengan jurusan akuntansi itu. Jadi sederhananya, Bidang akuntansi adalah bagian-bagian dari akuntansi tersebut, sedangkan Profesi Akuntansi adalah pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan.

Profesi Akuntansi

Profesi Akuntansi

Profesi Akuntansi adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seorang akuntan berdasarkan dengan bidang akuntansi, tujuan pekerjaan, dan perlakuan akuntansi tertentu.

1 – Akuntan Publik (Public Accountant)

Akuntan Publik adalah akuntan yang memberikan jasa secara independen terutama kepada publik (masyarakat) serta tidak terikat pada suatu perusahaan manapun, seperti jasa pemeriksaan laporan keuangan (Auditing), jasa penyusunan laporan keuangan, jasa perhitungan dan konsultasi pajak, dan konsultasi manajemen, serta menyediakan jaminan tentang keandalan laporan keuangan perusahaan.

Karena tujuan dari akuntan public adalah memberikan jasa secara independen terutama kepada publik serta tidak terikat pada suatu perusahaan manapun, maka akuntan publik bisa disebut sebagai akuntan eksternal.

2 – Akuntan Manajemen (Management Accountant)

Akuntan Manajemen adalah Akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan untuk kepentingan manajemen perusahaan tersebut. Akuntan Manajemen bertanggung jawab mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, menganalisis, menyiapkan, menginterpretasikan, dan mengomunikasikan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan dasar dari organisasi atau perusahaan.

Untuk mencapai tujuannya akuntan manajemen perlu sensitive terhadap kebutuhan informasi akuntansi para manajer. Akuntan manajemen memiliki fungsi sebagai anggota staf dari organisasi atau perusahaan dan bertanggung jawab menyediakan informasi akuntansi. Mereka biasanya terlibat secara dekat dalam proses manajemen sebagai anggota penting dari tim manajemen.

Baca Juga:   Pengertian Kas & Setara Kas dan Cara Pengendaliannya

Untuk bisa menjadi seorang akuntan manajemen yang andal, kalian dituntut untuk memiliki sertifikat yang diterbitkan oleh Asosiasi Akuntan Manajemen yang menyelenggarakan program pelatihan serta ujian sertifikasi. Sertifikat akuntan manajemen dapat menjadi bukti bahwa seseorang yang memegangnya kompeten dalam bidang akuntansi manajemen. Sebagai syarat untuk menjadi seorang Akuntan Manajemen Bersertifikat, kalian harus menjadi seorang sarjana yang telah memiliki pengalaman kerja dalam bidang akuntansi interen terlebih dahulu dan lulus ujian sertifikasi.

3 – Akuntan Pemerintah

Akuntan Pemerintah adalah akuntan yang memberikan jasa atau bekerja pada organisasi pemerintahan. Akuntan Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mencatat, menggolongkan, meringkas, melaporkan, dan menganalisis data keuangan dari organisasi pemerintahan menjadi suatu laporan keuangan pemerintahan dengan tujuan sebagai realisasi dari rencana kerja anggaran yang telah dibuat.

4 – Konsultan Manajemen

Akuntan yang memberikan jasa konsultasi untuk manajemen, misalnya konsultasi mengenai perpajakan, konsultasi mengenai kelayakan rencana investasi, dan perancangan sistem informasi manajemen. Sebagai seorang konsultan, pastinya mereka memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai kegiatan operasional perusahaan yang diperiksanya. Oleh karena itu, konsultan manajemen dapat memberikan berbagai pertimbangan dan saran kepada pihak manajemen untuk memperbaiki hasil kegiatan operasional perusahaan yang telah menggunakan jasa mereka.

Bidang Akuntansi

Bidang Akuntansi

Bidang Akuntansi adalah bagian dari akuntansi yang dibagi serta dirinci dengan tujuan untuk memisahkan Akuntansi dengan tujuan dan perlakuan yang berbeda menjadi beberapa bagian.

1 – Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)

Akuntansi Keuangan ini berhubungan dengan penyediaan keluaran/output bagi pihak eksternal pengguna informasi akuntansi sebagai masukan serta proses yang mematuhi aturan dan konversi dengan menggunakan kegiatan ekonomi tertentu.

Tujuan umum dari Akuntansi Keuangan ini adalah menyusun laporan keuangan/laporan eksternal untuk pihak eksternal pengguna inforamsi akuntansi, seperti investor, kreditur, lembaga pemerintah, dan lain-lain. Informasi ini akan digunakan untuk berbagai keperluan, seperti evaluasi, aktivitas pemonitoran, keputusan investasi, dan ketentuan peraturan. Akuntansi Keuangan ini bisa disebut sebagai akuntansi eksternal.

Baca Juga:   Asumsi dan Prinsip Dasar Akuntansi Lengkap dengan Artinya

Jadi, Akuntansi Keuangan merupakan bidang akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan sampai dengan pelaporan keuangan perusahaan yang ditujukan terutama kepada pihak-pihak eksternal perusahaan seperti investor, kreditor, lembaga pemerintah, pemasok dan masyarakat.

2 – Akuntansi Manajemen (Management Accounting)

Akuntansi Manajemen merupakan bidang akuntansi yang mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasi, dan melaporkan informasi yang bermanfaat bagi pihak internal pengguna informasi akuntansi perusahaan dalam merencanakan, mengendalikan, dan mengambil keputusan.

Dikarenakan bidang akuntansi manajemen ini menghasilkan informasi akuntansi untuk pengguna internal, seperti pemilik, manajer, eksekutif dan pekerja, maka bidang akuntansi manajemen ini bisa disebut dengan akuntansi internal.

3 – Akuntansi Biaya (Cost Accounting)

Akuntansi Biaya merupakan bagian dari akuntansi manajemen yang berhubungan dengan pencatatan sampai dengan pelaporan biaya-biaya perusahaan. Akuntansi biaya ini bermanfaat bagi manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan biaya-biaya perusahaan.

Biasanya akuntansi biaya ditekankan kepada biaya produksi, tetapi akhir-akhir ini penekanan atas biaya pemasaran juga semakin meningkat dalam lingkungan perusahaan besar. Selain untuk perencanaan dan pengendalian, akuntansi biaya yang baik akan membantu tugas manajemen dalam berbagai hal, antara lain dalam penetapan harga jual produknya sehingga diperoleh laba yang maksimal. Selain itu, akuntansi beban dapat memberikan informasi kepada manajemen tentang produk yang tidak menghasilkan laba sehingga produksinya harus segera dihentikan, dan produk mana yang menghasilkan laba untuk perusahaan.

4 – Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)

Akuntansi Perpajakan merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan perencanaan, perhitungan, pencatatan, sampai dengan pelaporan pajak-pajak yang menjadi kewajiban perusahaan untuk dibayarkan kepada pemerintah berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku.

Tujuan yang ingin dicapai dengan memberikan jasa akuntansi perpajakan adalah untuk memenuhi peraturan perpajakan yang berlaku sesuai dengan UU Perpajakan, dan untuk membantu perusahaan dalam membuat  perencanaan pajak (tax planning).

5 – Pemeriksaan Laporan Keuangan (Auditing)

Pemeriksaan Laporan Keuangan merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan kewajaran pencatatan sampai dengan pelaporan keuangan yang disusun dan dipublikasikan oleh manajemen perusahaan.

Baca Juga:   Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh 5 Laporan Keuangan Lengkap

Laporan Keuangan yang disusun oleh pihak manajemen perusahaan, sering kali tidak dapat dipercaya oleh pihak luar perusahaan karena terdapat perbedaan kepentingan antara pihak manajemen dengan pemakai laporan keuangan lainnya. Hasil pemeriksaan dari Akuntan Publik dituangkan dalam sebuah laporan yang sering disebut laporan auditor independen. Apabila akuntan public meyakini bahwa laporan keuangan yang dibuat pihak manajemen menyajikan informasi secara wajar, maka dia akan memberikan pendapatnya bahwa laporan keuangan tersebut telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

6 – Penganggaran (Budgeting)

Penganggaran merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana secara terinci untuk mencapai sasaran yang ditetapkan perusahaan seperti penjualan, biaya, aset dan laba. Penyusunan anggaran harus selalu memperhatikan data dari masa lalu yang dilaporkan dalam laporan akuntansi. Anggaran juga digunakan untuk mengawasi jalannya kegiatan operasional perusahaan melalui perbandingan antara data yang sesungguhnya dengan anggaran yang telah dibuat. Oleh karena itu, perusahaan biasanya memandang kegiatan penganggaran ini sebagai aspek yang sangat penting dari sistem akuntansinya.

7 – Perancangan Sistem Informasi

Perancangan Sistem Informasi merupakan bidang akuntansi yang meliputi kegiatan identifikasi kebutuhan informasi untuk kepentingan internal maupun eksternal yang akan membantu manajemen untuk mengawasi dan mengendalikan jalannya operasi perusahaan. Setelah kebutuhan akan informasi diketahui, maka selanjutnya dirancang dan dikembangkan sistem yang sesuai dengan sistem informasi akuntansi yang berlaku. Sistem informasi akuntansi sangat membantu dalam mengawasi jalannya operasi suatu perusahaan.

8 – Pemeriksaan Internal (Internal Auditing)

Pemeriksaan Internal merupakan bidang akuntansi yang dilakukan oleh auditor intern dan berhubungan dengan kegiatan pemeriksaan efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan serta untuk menjamin bahwa para karyawan dan bagian-bagian yang terdapat dalam perusahaan telah melaksanakan seluruh prosedur dan rencana yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen.

9 – Akuntansi Pemerintah atau Sektor Publik

Akuntansi Pemerintah atau Akuntansi Sektor Publik merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan sampai dengan pelaporan keuangan pada organisasi pemerintahan atau organisasi yang memberikan jasa publik.

10 – Konsultasi Manajemen (Management Consultant)

Konsultasi Manajemen merupakan jasa yang dapat diberikan oleh akuntan selain yang berhubungan dengan akuntansi, seperti studi kelayakan, susunan organisasi, analisis data ekonomi, dan lain-lain. Biasanya jasa ini diberikan bersamaan dengan pemeriksaan atas laporan keuangan suatu perusahaan.

Nah… Itu dia materi tentang Bidang dan Profesi Akuntansi, setelah kalian baca artikel ini pastinya sudah paham kan perbedaan dari bidang dan profesi akuntansi. Jika kalian masih belum paham tentang materi ini atau mungkin ingin bertanya mengenai materii lain kalian bisa tanyakan di menu Tanya jawab yang terdapat pada bagian paling atas dari artikel ini.

Leave a Reply