Press "Enter" to skip to content

Pengertian, Jenis, & Fungsi Piutang Wesel Lengkap

Seven 0

Apa itu Piutang Wesel? Kenapa perusahaan memerlukan piutang wesel? Dan apa saja yang termasuk sebagai piutang wesel? Berikut ini Penjelasannya!

Nahh… Sebelumnya kita telah membahas mengenai 3 Metode Perhitungan Cadangan Kerugian Piutang. Kali ini, kita akan membahas tentang Piutang Wesel. 🙂Langsung saja simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Piutang Wesel

Piutang Wesel merupakan piutang yang didukung dengan janji tertulis berupa surat wesel atau promes yang harus dilunasi pada tanggal jatuh temponya. Berbeda dengan piutang usaha yang hanya harus melunasi nilai pokoknya saja, piutang wesel mengharuskan pihak terhutang untuk membayar nilai pokok yang tercantum dalam surat wesel beserta dengan bunga yang dihitung sejak dibuatnya wesel hingga saat tanggal jatuh temponya.

Bila dibandingkan dengan piutang usaha, piutang wesel memiliki kekuatan hukum yang menempatkan pemegang wesel atau promes pada posisi yang kuat untuk dapat menagih piutang pada waktu yang telah ditentukan. Seperti halnya piutang usaha, piutang wesel dapat dipindahtangankan atau dijual kepada pihak lain. Surat wesel termasuk dalam pengertian surat berharga seperti halnya cek yang berarti bahwa surat tersebut dapat dipindahkan kepada pihak lain setelah mendapat endorsemen.

Perusahaan sering mendapat permintaan dari debitur untuk memberi perpanjangan waktu dalam pembayaran suatu piutang usaha. Apabila debitur tersebut termasuk dalam golongan yang berisiko tinggi, maka perusahaan biasanya menyetujui perpanjangan tersebut asalkan piutang usaha diubah menjadi piutang wesel yang memiliki kekuatan hukum lebih kuat bagi perusahaan.

Piutang Wesel sendiri meupakan piutang yang didukung dengan surat wesel atau promes. Surat wesel dan promes ini sering dianggap sama oleh kebanyakan orang, tetapi sebenarnya berbeda. Untuk dapat mengetahui perbedaannya kalian harus mengetahui dahulu apa itu surat wesel dan promes. Berikut ini adalah penjelasan mengenai surat wesel dan promes:

Surat Wesel

Wesel adalah surat berharga yang berisi perintah dari si penarik atau pembuat wesel kepada si wajib bayar untuk membayar sejumlah uang tertentu yang tercantum pada surat tersebut atau orang lain yang ditunjuk. Atau dengan kata lain, wesel dapat diartikan sebagai surat perintah yang ditulis oleh orang yang mempunyai tagihan, dialamatkan kepada orang yang berutang, meminta agar jumlah uang yang tertulis di dalam surat berharga tersebut dibayar pada tanggal yang telah ditetapkan, kepada orang yang namanya tertulis dalam surat tersebut.

Baca Juga:   20 Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Bentuk surat wesel bisa bermacam-macam, asalkan masih memenuhi ketentuan yang dimuat pada pasal 100 KUHD yang memberi batasan-batasan sebagai berikut ini:

  • Di dalam surat wesel tersebut harus terdapat tulisan “Surat Wesel”.
  • Surat wesel adalah perintah untuk membayar sejumlah uang tertentu yang tak bersyarat.
  • Menyebutkan nama orang yang harus membayar.
  • Menentukan tanggal jatuh tempo pembayaran wesel tersebut.
  • Menyebutkan tempat pembayaran.
  • Menyebutkan nama orang yang ditunjuk.
  • Mencantumkan tanggal dan tempat pembuatan surat wesel tersebut.
  • Dibubuhi tanda tangan orang yang menarik wesel tersebut.

Undang-undang mewajibkan penarik wesel untuk memberitahukan jika terdapat adanya penarikan wesel kepada pihak tertarik. Dalam prakteknya, agar wesel menjadi lebih kuat, biasanya pihak yang berkewajiban membayar diminta untuk memberikan tanda tangan persetujuan pada surat wesel tersebut. Penandatanganan wesel oleh pihak tertarik disebut dengan akseptasi yang berarti pengakuan dari pihak tertarik bahwa dia mengetahui akan kewajibannya untuk membayar sejumlah uang tertentu sebagaimana yang tercantum dalam surat wesel tersebut. Akseptasi atau tanda tangan persetujuan dicantumkan pada bagian pinggir bawah dari surat wesel. Dengan demikian dalam surat wesel terdapat 3 pihak yang terlibat, yaitu: penarik, tertarik, dan pemegang wesel.

Surat Promes

Promes adalah surat janji untuk membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu. Dalam KUHD menetapkan bahwa promes harus memuat hal-hal berikut ini:

  • “Order Clausule” atau “Promesse an Order”
  • Kesanggupan untuk membayar dengan tiada syarat sebesar jumlah yang tercantum di dalamnya.
  • Tanggal jatuh tempo atau tanggal pembayaran.
  • Tempat pembayaran promes.
  • Nama pemegang promes atau orang yang ditunjuk.
  • Tanggal dan tempat pembuatan promes.
  • Tandatangan pembuat promes.

Ditinjau dari sudut pandang pemegang wesel atau promes, kedua surat berharga ini merupakan piutang dan dicatat dalam akun Piutang Wesel atau Wesel Tagih, sedangkan bagi pihak yang berkewajiban untuk membayar wesel atau promes merupakan utang dan dicatat dalam akun Utang Wesel atau Wesel Bayar.

Baca Juga:   5 Kode Etik yang Wajib Dimiliki oleh Akuntan Profesional

Perbedaan antara Wesel dan Promes

Perbedaan antara wesel dan promes adalah sebagai berikut:

WeselPromes
Wesel adalah surat perintah untuk membayarPromes adalah surat janji untuk membayar
Penarik dan yang berkepentingan terdiri atas dua pihakPenarik dan yang berkepentingan berada di suatu tangan
Yang membuat adalah pihak yang mempunyai piutangYang membuat adalah pihak yang berhutang
Memerlukan akseptasiTidak memerlukan akseptasi

Dari perbandingan di atas, terlihat jelas bahwa wesel tidaklah sama dengan promes, baik dari proses pembuatannya maupun dari isinya. Namun dari segi akuntansi, keduanya dipandang sama. Kedua jenis surat tersebut merupakan bukti adanya piutang. Dalam akuntansi, piutang yang didukung dengan bukti yang berupa surat wesel maupun promes disebut piutang wesel. Wesel biasanya digunakan apabila seseorang atau perusahaan meminjam uang, apabila jumlah rupiah transaksi dan jangka waktu pinjaman kredit melebihi batas normal, dan sebagai penyelesaian atas suatu piutang usaha.

Jenis-Jenis Piutang Wesel

Piutang wesel digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:

1 – Piutang Wesel Berbunga

Piutang wesel Berbunga adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang pada tanggal jatuh tempo disertai dengan suku bunga tertentu. Pada piutang wesel ini jumlah yang harus dibayar oleh peminjam uang adalah sebesar nilai nominal yang tercantum dalam surat wesel atau promes disertai dengan suku bunga tertentu yang dihitung per tahun.

2 – Piutang Wesel Tak Berbunga

Piutang Wesel Tak Berbunga adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu tanpa disertai dengan bunga. Pada piutang wesel tak berbunga jumlah yang akan dibayarkan oleh peminjam pada tanggal jatuh tempo hanyalah sebesar nilai nominal yang tercantum dalam surat wesel atau promes saja tanpa memperhitungkan suku bunga tertentu.

Baca Juga:   Contoh Soal Kas Kecil Beserta Pembahasannya

Fungsi Piutang Wesel

Piutang wesel ini pada umumnya akan digunakan:

1 – Ketika perusahaan atau seseorang meminjam/meminjamkan uang

Dalam kasus peminjaman uang, pihak yang memberikan pinjaman tentu saja akan menghendaki adanya pembayaran bunga dari pihak peminjam. Bunga ini akan diterimanya nanti bersamaan dengan pembayaran pokok pada saat pinjaman tersebut jatuh tempo. Dalam hal ini piutang wesel akan langsung timbul dan mengharuskan debitur untuk membayar bunga. Bisa dikatakan, hampir sebagian besar dari wesel atau promes timbul dalam kaitannya dengan transaksi peminjaman uang.

2 – Ketika jumlah transaksi dan periode kredit melebihi batas normal

Dalam kasus ini, piutang wesel biasanya akan langsung timbul tanpa melalui piutang usaha terlebih dahulu. Wesel atau promes sering digunakan untuk periode kredit yang melebihi 60-90 hari atau lebih lama lagi. Promes juga akan digunakan terutama untuk pelanggan yang memiliki resiko tinggi atau menginginkan pembelian barang secara kredit dalam jumlah yang sangat besar.

3 – Dalam rangka penyelesaian piutang usaha/utang usaha

Piutang wesel sering kali timbul atas pelanggan yang ingin memperpanjang jangka waktu pembayaran piutang usaha. Utang usaha akan dikonversi atau diklasifikasi ulang menjadi utang wesel apabila belum juga dilunasi sampai dengan tanggal jatuh temponya. Penjual biasanya akan meminta pembeli untuk membuat wesel atau promes, dan penjual akan segera mengganti piutang usaha menjadi piutang wesel.

Setelah wesel atau promes tersebut ditandatangani, pihak pembuat nantinya tidak hanya berhutang atas nilai pokoknya saja tetapi juga akan terhutang atas bunganya, yang terhitung sejak wesel atau promes dikeluarkan sampai dengan saat tanggal jatuh temponya. Bagi penjual, piutang usaha tidak memberikannya hak bunga. Berbeda dengan piutang wesel, begitu wesel diterima, maka sejak hari itu juga penjual memiliki ha katas pendapatan bunga sampai dengan tanggal piutang wesel jatuh tempo.

Nahh… Itu dia pembahasan mengenai Pengertian, Jenis, & Fungsi Piutang Wesel. Jika terdapat kesulitan dalam memahami materi yang dibahas, silahkan ajukan pertanyaan kalian dengan cara mengunjungi Facebook atau Instagram kami. Semoga Bermanfaat 🙂

Leave a Reply