Pengertian, Fungsi, Rumus, dan Contoh Persamaan Dasar Akuntansi Lengkap

Apa itu Persamaan Dasar Akuntansi??? Apakah itu diperlukan? Terus buat apa sih kok ada persamaan dasar akuntansi? Langsung simak aja…

Nahhh… Di artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh 5 Laporan Keuangan Lengkap, dan kali ini kita akan membahas mengenai Persamaan Dasar Akuntansi. Sebenernya apa sih Persamaan Dasar Akuntansi itu? Persamaan Dasar Akuntansi adalah persamaan yang paling dasar dalam akuntansi sebelum menuju persamaan yang lebih sulit wkwkwk… Persamaan ini menjelaskan hubungan mengenai perubahan jumlah aset, kewajiban, dan ekuitas dalam sebuah perusahaan yang disebabkan oleh berbagai macam transaksi.

Untuk selengkapnya silahkan baca artikel berikut ini dengan seksama yah teman teman Hehehehe… πŸ™‚

Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan Dasar Akuntansi adalah suatu persamaan yang menggambarkan jumlah aset sama dengan jumlah kewajiban ditambah ekuitas, atau dapat dirumuskan sebagai berikut:

Aset = Kewajiban + Ekuitas

Setiap transaksi yang terjadi akan memengaruhi keseimbangan dari neraca, walaupun begitu keadaan posisi neraca harus tetap seimbang (balance).

Dengan tekanan pada posisi keuangan perusahaan yang komponennya sama dengan komponen persamaan dasar akuntansi, contoh transaksi pada bagian ini sebaiknya dibatasi pada transaksi yang tidak melibatkan pendapatan dan beban. Contoh transaksi biasanya terbagi atas transaksi yang memengaruhi aset dan ekuitas; aset dan kewajiban; dan aset dan aset.

Fungsi Persamaan Dasar Akuntansi

Jika dilihat dari fungsinya persamaan dasar akuntansi memiliki fungsi yang hampir sama dengan neraca, perbedaannya adalah jika dalam neraca akan dilaporkan posisi keuangan pada tanggal tertentu, sedangkan dalam persamaan dasar akuntansi akan menyajikan posisi keuangan perusahaan sekaligus dengan transaksi yang mengakibatkan perubahan terhadap posisi keuangan selama periode tertentu.Β  Persamaan dasar akuntansi memiliki fungsi utama untuk menyajikan transaksi yang mengakibatkan perubahan dalam posisi keuangan perusahaan selama periode tertentu.

Baca Juga:   Pengertian, Sistem, & Jurnal Kas Kecil

DEBIT DAN KREDIT

Debit dan Kredit

Istilah debit (debit-Dr.) dan kredit (kredit-Cr.) berarti masing-masing sisi kiri dan sisi kanan. Istilah ini sebenarnya bukan merupakan kenaikan atau penurunan, tetapi menggambarkan dimanakah perusahaan mencatat jurnal dalam proses pencatatan. Artinya jika perusahaan mencatat pada sisi kiri akun maka perusahaan mendebit akun, dan sebaliknya ketika perusahaan mencatat pada sisi kanan akun maka perusahaan mengkredit akun. Ketika membandingkan jumlah dari kedua sisi, akun akan menunjukan saldo debit apabila jumlah debit lebih besar dari jumlah kredit dan sebaliknya akun akan menunjukan jumlah kredit apabila jumlah debit lebih kecil dari jumlah kredit.

Berikut ini adalah daftar akun dan saldo normalnya :

Nama AkunSaldo NormalBertambah diBerkurang di
AsetDebit Debit Kredit
KewajibanKredit Kredit Debit
Ekuitas Kredit Kredit Debit
Pendapatan Kredit Kredit Debit
Beban Debit Debit Kredit

Komponen Dalam Persamaan Dasar Akuntansi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya komponen dalam persamaan dasar akuntansi sama dengan komponen dalam posisi keuangan perusahaan dan sebaiknya dibatasi pada transaksi yang tidak melibatkan pendapatan dan beban. Tetapi jika terdapat transaksi yang nantinya akan melibatkan pendapatan dan beban maka akan dicatat pada akun modal dengan memberikan keterangan pendapatan yang diperoleh atau beban yang dibayar.

Berikut komponen-komponen yang terdapat dalam persamaan dasar akuntansi:

1 – Aset

Aset adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan diharapkan akan memberikan manfaat ekonomi terhadap perusahaan di masa depan.

2 – Kewajiban

Kewajiban adalah utang perusahaan yang timbul dari peristiwa masa lalu dan penyelesaiannya diperkirakan akan mengakibatkan arus kas keluar dari kekayaan perusahaan.

3 – Ekuitas

Ekuitas adalah seluruh kekayaan bersih perusahaan setelah dikurangi dengan semua kewajiban.

Baca Juga:   20 Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Bentuk / Rumus Persamaan Dasar Akuntansi

Bentuk/rumus umum dalam persamaan dasar akuntansi seperti yang telah disajikan di atas adalah sebagai berikut:

ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS

Tetapi bentuk/rumus ini dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dari penggunanya. Dalam hal ini, bentuk dari persamaan dasar akuntansi dapat dimodifikasi sebagai berikut:

KEWAJIBAN = ASET – EKUITAS

Atau


EKUITAS = ASET – KEWAJIBAN

Jika dalam persamaan dasar akuntansi dimodifikasi dengan memasukkan akun pendapatan dan beban, maka bentuk persamaan dasar akuntansi akan menjadi seperti berikut ini:

ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS + PENDAPATAN – BEBAN

Atau

ASET + BEBAN = KEWAJIBAN + EKUITAS + PENDAPATAN

Analisis Transaksi pada Persamaan Dasar Akuntansi

Menganalisis transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan sangat penting sebelum mencatatnya ke dalam persamaan dasar akuntansi, seperti:

  • Penggunaan nama perkiraan yang akan ditimbulkan oleh transaksi (minimal ada 2 perkiraan).
  • Nilai dari perkiraan tersebut apakah bertambah atau berkurang.

Beberapa alternatif yang memungkinkan perubahan dalam persamaan dasar akuntansi tersebut adalah sebagai berikut:

ASET (+) dan EKUITAS (+)

ASET (+) dan KEWAJIBAN (+)

ASET (-) dan KEWAJIBAN (-)

ASET (-) dan EKUITAS (-)

ASET (+) dan ASET Lainnya (-)

Untuk perkiran modal yang bertambah (+) ataupun berkurang (-) dapat disebabkan oleh transaksi berikut ini:

Modal Bertambah Karena:Modal Berkurang Karena:
Investasi pemilikPengambilan pribadi
Penerimaan pendapatanPengeluaran untuk biaya
Terdapat laba penjualanTerdapat rugi penjualan

Pencatatan Transaksi ke Dalam Persamaan Dasar Akuntansi

Untuk lebih memahami dalam analisis transaksi pada persamaan dasar akuntansi, perhatikan contoh di bawah ini:

Transaksi yang dilakukan oleh Perusahaan Jasa β€œMM SALON” selama bulan Juli 2015 sebagai berikut:

Juli 1 Pemilik Ny. MM mendirikan sebuah salon kecantikan yang diberi nama MM SALON. Pada tanggal tersebut Ny. MM menyetorkan uang tunai ke dalam perusahaan sebesar Rp 100.000,- sebagai modal awalnya.

Baca Juga:   3 Metode Perhitungan Cadangan Kerugian Piutang
Analisis :
Kas (+) / D
Modal (+) / K

Juli 4 Dibeli Peralatan Salon secara kredit sebesar Rp 20.000,-

Analisis :
Peralatan Salon(+) / D
Utang Usaha(+) / K

Juli 7 Dibeli Perlengkapan Salon secara tunai sebesar Rp 10.000,-

Analisis :
Perlengkapan Salon(+) / D
Kas(-) / K

Juli 13 Dibayar biaya sewa tempat untuk usaha sebesar Rp 50.000,-

Analisis :
Modal(-) / D
Kas(-) / K

Juli 16 Diterima pendapatan jasa salon tunai sebesar Rp 25.000,-

Analisis :
Kas(+) / D
Modal(+) / K

Juli 19 Telah diselesaikan pekerjaan salon yang pembayarannya akan diterima 10 hari kemudian senilai Rp 35.000,-

Analisis :
Piutang Usaha (+) / D
Modal (+) / K

Juli 21 Dibayar kepada kreditur atas utang tanggal 4

Analisis :
Utang Usaha(-) / D
Kas(-) / K

Juli 24 Dibayar gaji karyawan bulan Juli sebesar Rp 18.000,-

Analisis :
Modal(-) / D
Kas(-) / K

Juli 25 Ny. MM mengambil uang tunai perusahaan untuk kepentingan pribadi sebesar Rp. 10.000,-

Analisis :
Modal (-) / D
Kas(-) / K

Juli 27 Dibayar beban listrik, air, dan telepon sebesar Rp 5.000,-

Analisis :
Modal (-) / D
Kas (-) / K

Juli 29 Diterima pelunasan piutang dari pelanggan atas transaksi tanggal 19

Analisis :
Kas(+) / D
Piutang Usaha(-) / K

Juli 30 Diterima tunai pendapatan bunga sebesar Rp 20.000,-

Analisis :
Kas(+) / D
Modal(+) ? K

Juli 31 setelah dihitung perlengkapan salon yang masih tersisa pada akhir bulan senilai Rp 4.000,-

Analisis :
Modal(-) / D
Perlengkapan Salon(-) / K

Dari seluruh transaksi di atas jika dicatat ke dalam persamaan dasar akuntansi akan menjadi seperti berikut:

Persamaan Dasar Akuntansi MM Salon

Laporan Keuangan

Selanjutnya setelah melakukan pencatatan pada persamaan dasar akuntansi, maka untuk mengetahui apakah perusahaan mendapatkan laba atau rugi dan posisi keuangan perusahaan di akhir periode disusunlah laporan keuangan.

1 – Laporan Laba Rugi

Dikarenakan MM Salon adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa, maka dalam laporan laba rugi tidak terdapat perhitungan beban pokok penjualan. Berikut ini adalah laporan laba rugi MM Salon :

Laporan Laba Rugi MM Salon

2 – Laporan Perubahan Ekuitas

Setelah membuat laporan laba rugi, maka akan dibuat laporan perubahan ekuitas berdasarkan data tersebut. Berikut ini adalah Laporan Perubahan Ekuitas MM Salon :

Laporan Perubahan Ekuitas MM Salon

3 – Neraca / Laporan Posisi Keuangan

Berikut ini adalah neraca atau laporan posisi keuangan MM Salon per 31 Juli 2015:

Neraca MM Salon

Nahh… Sekian artikel tentang Persamaan Dasar Akuntansi, jika ada yang kurang paham atau ingin bertanya seputar akuntansi silahkan kunjungi halaman tanya jawab di bagian atas artikel ini. Terimakasih telah berkunjung πŸ™‚ Semoga bermanfaat :3

Leave a Reply