Metode Penilaian Persediaan; Sistem Perpetual & Periodik Lengkap

Metode Penilaian Persediaan
Bagikan Artikel Ini

Metode Penilaian Persediaan; Sistem Perpetual & Periodik Lengkap – Setelah mempelajari mengenai Sistem Pencatatan Persediaan; Sistem Perpetual dan Sistem Periodik Lengkap, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai Metode Penilaian Persediaan; Sistem Perpetual & Periodik Lengkap.

Seperti telah kita bahas pada pembahasan sebelumnya, sitem pencatatan persediaan dalam suatu perusahaan, sangat bergantung pada banyaknya jenis dan harga satuan tiap jenis persediaan barang. Ada dua sitem pencatatan persediaan yaitu sistem inventarisasi fisik atau sistem periodik atau juga disebuat sitem fisik (Physical system) dan sistem pencatatan terus menerus (Perpetual system).

Sehingga di dalam penilaian persediaan bisa dilakukan dengan menggunakan dua cara, yaitu penilaian persediaan dalam sistem fisik dan penilaian persediaan dalam sistem perpetual.

Artikel tentang Akuntansi Keuangan Menengah selain Sistem Pencatatan Persediaan; Sistem Perpetual dan Sistem Periodik Lengkap dapat kalian akses di link berikut ini:

Akuntansi Keuangan Menengah

Metode Penilaian Persediaan; Sistem Perpetual & Periodik Lengkap

Metode Penilaian Persediaan Sistem Fisik

Penilaian Persediaan - Sistem Fisik

Dalam pencatatan sistem fisik, penilaian persediaan dilakukan pada akhir periode setelah fisik persediaan dihitung. Kemudian, dinilai menurut metode penilaian tertentu. Sehingga, berdasarkan harga pokok (biaya) historis, nilai persediaan dalam pencatatan sistem fisik dapat ditentukan menggunakan metode sebagai berikut :

Metode Tanda Pengenal Khusus

Penilaian Persediaan - Identifikasi Khusus

Dalam metode tanda pengenal khusus (specific identification),setiap barang yang dibeli diberi tanda pengenal yang menunjukkan kuantitas dan harga satuan dengan faktur yang diterima.

Metode ini sulit digunakan dalam pencatatan sistem perpetual karena diperlukan pemisahan tempat untuk barang berdasarkan jenis dan harga masing-masing. Sehingga nilai persediaan akhir periode dihitung berdasarkan barang yang ada di gudang, dengan harga yang tercantum pada tanda pengenalnya.

Metode Rata-Rata

Metode rata-rata (average method) dalam pencatatan sistem fisik bisa diterapkan dengan metode sebagai berikut:

Metode Rata-Rata Sederhana

Penilaian Persediaan - Metode Rata-Rata Sederhana

Penilaian persediaan dengan menggunakan metode rata-rata sederhana, maka harga rata-rata per satuan barang dihitung dengan cara membagi total harga per satuan dalam setiap transaksi pembelian dengan jumlah transaksi pembelian termasuk persediaan awal periode. Nilai persediaan akhir periode adalah hasil kali kuantitas persediaan dengan harga rata-rata per satuan.

Metode Rata-Rata Tertimbang

Penilaian Persediaan - Metode Rata-Rata Tertimbang

Penilaian persediaan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang (weighted average method), maka harga pokok rata-rata per satuan dihitung dengan cara membagi jumlah harga pembelian barang yang disediakan untuk dijual dengan jumlah satuannya (kuantitasnya). Nilai persediaan akhir periode adalah hasil kali kuantitas persediaan dengan harga rata-rata per satuan.

Baca Juga:   Bukti Transaksi Dalam Perusahaan Dagang Lengkap Dengan Penjelasannya

Metode FIFO (Fisrt In First Out / Masuk Pertama Keluar Pertama / MPKP)

Penilaian Persediaan - Metode Masuk Pertama Keluar Pertama

Menurut metode FIFO, barang yang terlebih dahulu masuk (dibeli) dianggap barang yang lebih dahulu keluar (dijual). Artinya, harga pokok barang yang dijual pertama adalah harga pokok barang yang dibeli lebih dahulu, kemudian yang dibeli berikutnya secara berurutan. Metode ini diterapkan dengan anggapan bahwa biaya dibebankan menurut urutan terjadinya.

Dalam sistem pencatatan sistem fisik, nilai persediaan dihitung setiap akhir periode setelah barang yang ada di gudang diperiksa secara fisik, kemudian dinilai berdasarkan metode yang digunakan. Berarti bahwa, barang yang tersisa (peersediaan) pada akhir periode adalah barang yang terakhir masuk. Jika kuantitas persediaan lebih banyak daripada barang yang terkahir masuk, selebihnya berasal dari barang yang masuk sebelumnya.

Metode LIFO (Last In First Out / Masuk Terakhir Keluar pertama / MTKP)

Penilaian Persediaan - Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama

Menurut metode LIFO, barang yang terakhir masuk dianggap barang yang lebih dahulu keluar (dijual). Dalam penggunaan metode ini, harga pokok barang yang dijual pertama adalah harga pokok barang yang masuk (dibeli) terakhir. Apabila yang masuk terkahir habis, harga pokok barang yang dijual adalah harga barang yang masuk (dibeli) sebelumnya.

Penilaian menurut metode LIFO beranggapan bahwa barang yang dijual adalah barng yang terkakhir masuk, kemudian barang yang masuk sebelumnya secara berurutan. Berarti, barang yang tersisa (persediaan) pada akhir periode adalah barang yang pertama masuk. Jika kuantitas barang melebihi persediaan barang yang pertama masuk, selebihnya berasal dari barang yang masuk berikutnya.

Metode Penilaian Persediaan Sistem Perpetual

Penilaian Persediaan - Sistem Perpetual

Dalam sistem pencatatan perpetual harga pokok persediaan dihitung setiap terjadi transaksi penjualan, yaitu dengan menghitung harga pokok setiap jenis barang yang dijual. Harga pokok penjualan setiap jenis barang dihitung dengan metode penilaian tertentu, kemudian dicatat dalam kartu persediaan. Metode penialain perrsediaan yang biasanya digunakan dalam pencatatan sistem perpetual yaitu :

Baca Juga:   Akun & Jurnal Perusahaan Dagang Lengkap

Metode Rata-Rata Bergerak

Penilaian Persediaan - Metode Rata-rata Bergerak

Penerapan metode rata-rata dalam sistem pencatatan perpetual, disebut metode Rata-Rata Bergerak (Moving Average Method). Disebut dengan metode rata-rata bergerak karena setiap terjadi transaksi pembelian, harga rata-rata per satuan harus dihitung, sehingga rata-rata per satuan akan bereubah-ubah. Harga pokok rata-rata per satuan barang yang dijual adalah harga pokok rata-rata per satuan yang berlaku pada saat terjadi transaksi penjualan.

Dalam pencatatan sistem perpetual, harga pokok barang (persediaan) yang dijual harus dihitung setiap transaksi penjualan barang. Artinya, harga pokok barang yang dijual harus dicatat dalam kartu persediaan sehiungga nialai persediaan setiap jenis barang dapat diketahui setiap saat.

Metode FIFO

Penilaian Persediaan - Metode FIFO

Dalam penggunaan metode FIFO (First In First Out / Masuk pertama Keluar pertama / MPKP) sistem pencatatan perpetual yaitu setiap terjadi pembelian maka harga pokok barang yang dibeli dan kuantitas barang yang dibeli akan langsung dicatat dalam kartu peersediaan serta dikelompokkan pada masing-masing jenis kartu persediaan berdasarkan banyak nya jenis produk yang dibeli oleh perusahaan.

Begitu sebaliknya setiap terjadi penjualan maka perusahaan akan langsung mencatat sesuai dengan harga pokok barang yang dijual beserta kuantitas barang yang dijual. Dengan memperhatikan metode yang digunakan yaitu metode FIFO/Masuk Pertama Keluar Pertama, maka setiap terjadi penjualan akan mengurangi harga pokok dan kuantitas barang yang dibeli pertama kali.

Jika barang yang dijual melebihi dari harga pokok dan kuantitas pada pembelian pertama, maka harga pokok dan kuantitas selebihnya akan diambilkan dari pembelian kedua sehingga akan mengurangi harga pokok dan kuantitas barang pada pembelian kedua dan seterusnya secara berurutan.

Metode LIFO

Penilaian Persediaan - Metode LIFO

Dalam penggunaan metode LIFO (Last In First Out / Masuk Terakhir Keluar pertama / MTKP) sistem pencatatan perpetual yaitu setiap terjadi pembelian maka harga pokok barang yang dibeli dan kuantitas barang yang dibeli akan langsung dicatat dalam kartu persediaan serta dikelompokkan pada masing-masing jenis kartu persediaan berdasarkan banyak nya jenis produk yang dibeli oleh perusahaan.

Begitu sebaliknya setiap terjadi penjualan maka perusahaan akan langsung mencatat sesuai dengan harga pokok barang yang dijual beserta kuantitas barang yang dijual. Dengan memperhatikan metode yang digunakan yaitu metode LIFO/Masuk Terakhir Keluar Pertama, maka setiap terjadi penjualan akan mengurangi harga pokok dan kuantitas barang yang dibeli terakhir kali.

Baca Juga:   Asumsi dan Prinsip Dasar Akuntansi Lengkap dengan Artinya

Jika barang yang dijual melebihi dari harga pokok dan kuantitas pada pembelian terakhir, maka harga pokok dan kuantitas selebihnya akan diambilkan dari pembelian pertama atau pembelian sebelumnya, sehingga akan mengurangi harga pokok dan kuantitas barang pada pembelian pertama atau pembelian sebeumnya dan seterusnya secara berurutan.

Penilaian Persediaan Dalam Neraca

Penilaian Persediaan Dalam Neraca

Nilai persediaan menurut metode-metode penilaian yang telah dibahas di atas, merupakan harga pokok historis. Berarti, nilai peersediaan dihitung berdasarkan biaya yang telah terjadi sehubugan dengan persediaan. Akan tetapi, nilai persediaan berdasarkan harga pokok historis mengandung keuntungan yang belum direalisasi, yaitu apabila harga beli di pasaran atau biaya produksi untuk persediaan yang bersangkutan lebih rendah.

Sehingga, penilaian persediaan dalam neraca berdasarkan harga pokok historis, berarti mengakui laba yang belum direalisasi karena semakin besar nilai persediaan dalam neraca maka laba kotor semakin besar.

Hal ini sesuai dengan prinsip dalam akuntansi yaitu prinsip konservatisme atau prinsip kehati-hatian, yaitu tidak memperbolehkan adanya pengakuan atas keuntungan yang belum direalisasi atau sebelum terjadinya penjualan, namun kerugian yang sudah diperkirakan harus diakui (dicatat).

Sebagai contoh, misalkan pada akhir periode, nilai persediaan yang telah dihitung menurut metode rata-rata adalah Rp150.500.000,00. Sementara harga beli dipasaran untuk persediaan tersebut adalah Rp148.000.000,00. Dalam hal ini harga di pasaran lebih rendah daripada harga pokok historis, sehingga nilai persediaan yang harus ditulis dalam neraca adalah adalah Rp148.000.000,00.

Maka selisih yang timbul yaitu sebesar Rp2.500.000,00 diakui sebagai kerugian periode berjalan dan dicatat dalam jurnal penyesuaian dengan mengdebet akun Harga Pokok Penjualan dan mengkredit akun Persediaan masing-masing sebesar Rp2.500.000,00.

Nahh, itulah artikel tentang Metode Penilaian Persediaan; Sistem Perpetual & Periodik Lengkap, jika ada yang ingin ditanyakan mengenai materi bisa menghubungi instagram atau facebook kami 😊.

Jangan lupa untuk share artikel Metode Penilaian Persediaan; Sistem Perpetual & Periodik Lengkap Lengkap ini ke teman-teman kalian, agar ilmu ini bisa terbagi pula.

Stay Productive


Bagikan Artikel Ini

Penulis dan Developer Blog Seven Accounting

Tinggalkan Balasan