Metode Pencatatan Piutang dengan Gross & Net Method

Pencatatan Piutang Gross & Net Method
Bagikan Artikel Ini

Apa itu Gross & Net Method dalam Pencatatan Piutang? Kalau yang biasanya kita mencatat piutang itu sebenarnya dengan metode yang mana?

Sebelumnya kita telah membahas materi Akuntansi untuk Piutang Wesel: Perhitungan dan Penjurnalannya. Kali ini kita akan membahas mengenai Metode Pencatatan Piutang dengan Gross & Net Method.

Artikel Akuntansi Keuangan Menengah lain bisa kalian akses disini.

Terdapat dua cara untuk mencatat piutang dagang yang berasal dari kegiatan penjualan barang dagangan, yaitu metode kotor (Gross Method) dan metode bersih (Net Method).

Metode Bersih (Net Method)

Pencatatatan Piutang Metode Bersih
Source : Pixabay

Net Method adalah metode pencatatan piutang yang berasal dari penjualan barang dagang sebesar nilai bersih piutang setelah dikurangi dengan potongan penjualan. Artinya perusahaan akan mencatat piutang dari penjualan secara kredit sebesar nilai yang dihasilkan dari penjualan setelah dikurangi dengan potongan penjualan.

Dalam metode ini penjual akan mencatat piutang sejumlah nilai bersihnya setelah dikurangi potongan pada saat tanggal penjualan barang dagang walaupun pembeli belum membayar pada periode potongan ataupun mendapatkan potongan dari perusahaan, perusahaan tetap akan mencatat nilai piutang sebesar nilai bersihnya setelah dikurangi potongan penjualan.

Metode ini jarang dipakai karena metode ini tidak sesuai pada prinsip pengakuan beban dalam akuntansi. Karena potongan penjualan akan tetap diakui walaupun pembeli belum tentu akan melunasi piutang pada periode potongan sehingga berlawanan dengan prinsip pengakuan beban dimana beban akan diakui pada saat benar-benar terjadi.

Berikut ini adalah contoh pencatatan piutang dengan menggunakan Net Method:

Penjualan Secara Kredit

Sebagai contoh, Pada tanggal 9 Juli 2019, PT VIVA menjual barang dagangan pada CV VIVO sebesar Rp 20.000.000 secara kredit dengan syarat pembayaran 3/10, n/30. PT VIVA menggunakan FOB Shipping Point dalam pengiriman barang. Jika PT VIVA mencatat piutang dengan menggunakan Net Method maka jurnal yang harus dibuat untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut.

2019
Juli9Piutang dagangRp 19.400.000
Potongan PenjualanRp 600.000
~ PenjualanRp 20.000.000

PT VIVA akan memperhitungkan potongan penjualan pada saat penjualan karena seperti yang telah dijelaskan bahwa potongan penjualan akan dicatat pada saat penjualan barang dagang walaupun pembeli belum melunasi piutang pada periode potongan, maka transaksi tersebut akan dicatat dengan jurnal seperti di atas.

Pelunasan Piutang pada Periode Potongan

Jika PT VIVA menerima pelunasan piutang dari CV VIVO pada periode potongan yaitu pada tanggal 19 Juli 2019 atau sebelum tanggal tersebut, maka PT VIVA hanya perlu mencatat transaksi pelunasan tersebut, tanpa disertai dengan potongan penjualan karena potongan penjualan telah dicatat pada saat penjualan. Jurnal yang dibuat oleh PT VIVA atas transaksi tersebut adalah sebagai berikut.

2019
Juli19KasRp 19.400.000
~ Piutang dagangRp 19.400.000


Pelunasan Piutang Diluar Periode Potongan

Tetapi jika PT VIVA menerima pelunasan piutang dari CV VIVO diluar periode potongan, yaitu setelah tanggal 29 Juli 2019, maka PT VIVA akan mencatat pelunasan piutang dari CV VIVO serta mengkredit potongan penjualan karena CV VIVO tidak membayar pada periode potongan sehingga potongan yang diberikan saat penjualan akan dibatalkan dan dikembalikan lagi pada PT VIVA. Jurnal yang dibuat oleh PT VIVA atas transaksi tersebut adalah sebagai berikut.

2019
Juli29KasRp 20.000.000
~ Potongan PenjualanRp 600.000
~ Piutang DagangRp 19.400.000


Pelunasan Piutang Setelah Tutup Buku

Berdasrkan Contoh di atas, jika CV VIVO melunasi piutangnya pada tanggal 3 Agustus dan PT VIVA pada tanggal 31 Juli telah menutup pembukuannya, maka kita harus mengalokasikan potongan penjualan yang seharusnya di kredit ke akun laba ditahan, karena saldo potongan penjualan telah ditutup atau dinolkan di tanggal 31 Juli tersebut ke akun laba ditahan, oleh karena itu transaksi ini akan mempengaruhi akun laba ditahan. Jurnal yang dibuat oleh PT VIVA atas transaksi tersebut adalah sebagai berikut.

2019
Agustus3KasRp 20.000.000
~ Laba DitahanRp 600.000
~ Piutang DagangRp 19.400.000

Metode Kotor (Gross Method)

Pencatatan Piutang Metode Kotor
Source : Pixabay

Gross Method adalah metode pencatatan piutang yang berasal dari kegiatan penjualan barang dagang sebesar nilai kotor dari piutang tersebut. Artinya perusahaan akan mencatat piutang sebesar nilai yang dihasilkan dari penjualan barang dagang tidak termasuk dengan potongan penjualannya. Metode ini sering dipakai oleh banyak perusahaan karena sesuai dengan prinsip dasar akuntansi yaitu pengakuan beban, dimana metode ini hanya mengakui adanya potongan penjualan ketika pembeli benar-benar memanfaatkan periode potongan atau pembeli membayar saat periode potongan.

Berikut ini adalah contoh pencatatan piutang dengan menggunakan Gross Method:

Pencatatan Penjualan Secara Kredit

Sebagai contoh, Pada tanggal 2 Desember 2018, PT CULA menjual barang dagangannya pada CV BAYA sebesar Rp 2.000.000 secara kredit dengan syarat pembayaran 2/10, n/30. PT CULA menyepakati bahwa pengiriman barang akan dilakukan dengan FOB Shipping Point. Apabila PT CULA menggunakan Gross Method untuk mencatat piutang, maka jurnal yang akan dibuat oleh PT CULA adalah sebagai berikut.

2018
Desember2Piutang DagangRp 2.000.000
~ PenjualanRp 2.000.000

Seperti yang telah dijelaskan, PT CULA hanya akan mencatat potongan penjualan jika CV BAYA telah membayar piutang nya pada periode potongan. Oleh karena itu, pada saat terjadi penjualan seperti di atas maka PT CULA tidak perlu mencatat potongan penjualan.

Pelunasan Piutang pada Periode Potongan

Jika pembeli membayar utangnya ke perusahaan pada periode potongan, maka perusahaan akan mencatatnya ke dalam akun potongan penjualan. Sebagai contoh, Pada tanggal 11 Desember 2018, PT CULA menerima pelunasan piutang dari CV BAYA atas transaksi tanggal 2 Desember. Karena CV BAYA membayar pada periode potongan, maka PT CULA akan memberikan potongan penjualan sebesar 2% sesuai dengan syarat pembayaran yang diberikan saat penjualan barang dagang. Jurnal yang dibuat oleh PT CULA untuk mencatat transaksi tersebut adalah sebagai berikut.

2018
Desember11KasRp 1.960.000
Potongan PenjualanRp 40.000
~ Piutang dagangRp 2.000.000

Pelunasan Piutang Diluar Periode Potongan

Tetapi jika pembeli tidak memanfaatkan periode potongan atau membayar utangnya pada perusahaan melebihi periode potongan, maka perusahaan tidak akan memberikan potongan penjualan. Sebagai contoh, Pada tanggal 20 Desember 2018, PT CULA menerima pelunasan piutang dari CV BAYA atas transaksi yang terjadi tanggal 2 Desember. Karena CV BAYA membayar diluar periode potongan, maka PT CULA tidak akan memberikan potongan penjualan. Sehingga jurnal yang akan dibuat oleh PT CULA adalah sebagai berikut.

2018
Desember20KasRp 2.000.000
~ Piutang DagangRp 2.000.000

Jadi, sudah tau kan mengenai Metode Pencatatan Piutang dengan Gross & Net Method, kalau ada yang ingin ditanyakan bisa hubungi instagram atau facebook kami. Jangan lupa untuk share ke teman-teman kalian supaya ilmu ini bisa terbagi…

Stay Productive


Bagikan Artikel Ini

Penulis dan Developer Blog Seven Accounting

Tinggalkan Balasan