5 Kode Etik yang Wajib Dimiliki oleh Akuntan Profesional

Kode etik Akuntan profesional
Bagikan Artikel Ini

Siapa yang pengen jadi Akuntan Profesional? Ini sifat dan kode etik yang harus kalian miliki jika ingin menjadi Akuntan Profesional

Di artikel sebelumnya saya telah membahas mengenai Asumsi & Prinsip Dasar Akuntansi. Nahh… Sekarang saya akan membahas sifat dan kode etik dari seseorang yang disebut sebagai Akuntan Profesional nihh, kalian pengen gak jadi Akuntan? Waduhh… yah pengen banget lah, itu impian dari setiap anak jurusan akuntansi kan hehehe, saya aja juga pengen kok jadi Akuntan walaupun belum kesampaian hehe…

Sebelumnya kita telah membahas Akuntansi, tapi sekarang kita membahas mengenai akuntan. Sebenarnya apasih itu akuntan? Jika akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan suatu perusahaan menjadi sebuah laporan keuangan, maka akuntan adalah orang yang melakukan proses tersebut yang telah diakui profesinya secara hukum.

Nahh… Karena profesi akuntan itu telah diakui secara hukum, seorang Akuntan harus memiliki beberapa sifat atau etika atau kode etik yang telah ditetapkan oleh hukum untuk tetap menjadi seorang akuntan, memelihara profesinya, serta bersikap profesional.

Berikut ini 5 kode etik ataupun sifat yang wajib untuk dimilik oleh seorang Akuntan Profesional:

1 – Integritas

Integritas: Kode Etik Akuntan Profesional

Prinsip integritas mewajibkan setiap akuntan profesional untuk bersikap lugas dan jujur dalam semua hubungan profesional dan hubungan bisnisnya. Integritas juga berarti berterus terang dan selalu mengatakan yang sebenarnya.

Akuntan profesional tidak boleh terkait dengan pernyataan resmi, komunikasi, laporan keuangan, atau informasi lain ketika akuntan profesional telah meyakini bahwa dalam informasi tersebut terdapat:

  • kesalahan yang material atau pernyataan yang menyesatkan;
  • informasi atau penyajian yang dilengkapi secara sembarangan; atau
  • pengaburan atau penghilangan informasi yang seharusnya diungkapkan di dalamnya sehingga akan menyesatkan.

Akuntan profesional diharuskan mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar tidak dikaitkan dengan informasi tersebut, ketika mereka menyadari bahwa dirinya telah dikaitkan dalam informasi yang menyesatkan semacan itu.

2 – Objektivitas

Objectivitas; Kode Etik Akuntan profesional

Prinsip objektivitas mewajibkan semua akuntan profesional untuk tidak membiarkan bias, benturan kepentingan, atau pengaruh tidak sepantasnya dari pihak lain, yang dapat mengurangi pertimbangan profesional atau bisnisnya.

Akuntan profesional kemungkinan akan dihadapkan dengan situasi yang bisa menggangu objektivitasnya. Namun tidak dimungkinkan untuk memberikan ataupun mendefinisikan rekomendasi atas seluruh situasi atau kejadian yang akan dihadapi oleh akuntan profesional. Akuntan profesional tidak akan memberikan layanan profesionalnya jika dalam suatu keadaan atau hubungan dapat menyebabkan terjadinya bias atau dapat memberi pengaruh yang berlebihan terhadap pertimbangan profesionalnya.

Baca Juga:   Bukti Transaksi Dalam Perusahaan Dagang Lengkap Dengan Penjelasannya

3 – Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Kompetensi; Kode Etik Akuntan Profesional

Prinsip ini mewajibkan setiap akuntan profesional untuk memelihara pengetahuan dan keahlian profesional pada tingkat yang dibutuhkan untuk memastikan klien atau pemberi kerja akan menerima jasa profesional yang kompeten; dan bertindak cermat dan tekun sesuai dengan standar teknis dan profesional yang telah berlaku ketika memberikan jasa profesional.

Jasa profesional yang kompeten mensyaratkan pertimbangan yang cermat dalam menerapkan keahlian dan pengetahuan profesional untuk jasa yang akan diberikan. Kompetensi profesional dibagi menjadi dua tahap yang terpisah, yaitu: pencapaian kompetensi profesional, dan pemeliharaan kompetensi profesional.

Pemeliharaan kompetensi profesional membutuhkan pemahaman atas perkembangan teknis, profesional, dan bisnis yang relevan, serta kesadaran yang berkelanjutan. Program pengembangan profesional secara berkelanjutan akan membuat akuntan profesional bisa mengembangkan dan memelihara kemampuannya untuk bertindak secara kompeten dalam lingkungan profesional.

Akuntan profesional diharapkan memiliki ketekunan yang tinggi dalam pemeliharaan kompetensi profesional. Ketekunan tersebut meliputi tanggung jawab untuk bertindak sesuai dengan penugasan, berhati-hati, lengkap, dan tepat waktu.

Akuntan profesional mengambil langkah-langkah yang rasional dalam menjamin bahwa semua orang yang bekerja di bawah kewenangannya atau organisasinya telah memperoleh pelatihan serta pengawasan yang memadai.

Ketika waktunya tepat, akuntan rofesional akan menjelaskan kepada klien, pemberi kerja, atau pengguna jasa lain mengenai keterbatasan yang melekat pada jasa atau kegiatan profesional yang diberikan.

4 – Kerahasiaan

Rahasia; Kode Etik Akuntan Profesional

Prinsip kerahasiaan mewajibkan setiap akuntan profesional untuk tidak mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dari hubungan profesional dan hubungan bisnis kepada pihak luar kantor akuntan atau organisasi tempatnya bekerja tanpa kewenangan yang memadai dan spesifik kecuali jika terdapat hak atau kewajiban hukum atau profesional untuk mengungkapkannya; dan tidak menggunakan informasi rahasia yang diperoleh dari hubungan profesional dan hubungan bisnis untuk keuntungan pribadi atau pihak ketiga.

Akuntan profesional wajib menjaga kerahasiaan informasi klien, pemberi kerja, atau pengguna jasa lain, termasuk dalam lingkungan sosialnya, serta berwaspada terhadap kemungkinan pengungkapan yang mungkin tidak disengaja terutama kepada rekan bisnis dekat atau anggota keluarga dekat.

Baca Juga:   2 Metode Penghapusan Piutang Usaha Lengkap

Akuntan profesional wajib menjada kerahasiaan semua informasi yang diungkapkan oleh calon klien, pemberi kerja, atau pengguna jasa lain.

Akuntan profesional wajib menjaga kerahasiaan informasi yang diberikan oleh klien, pemberi kerja, atau pengguna jasa lain di dalam Kantor Akuntan atau organisasi tempatnya bekerja.

Akuntan profesional harus mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan dalam memastikan bahwa staf yang berada di bawah pengawasannya atau kewenangannya dan orang yang memberi saran dan bantuan profesional, menghormati seluruh kewajiban akuntan profesional dalam menjaga kerahasiaan informasi yang diberikan oleh klien, pemberi kerja, atau pengguna jasa lain.

Kewajiban dalam mematuhi prinsip kerahasiaan ini harus terus dipertahankan, bahkan setelah berakhirnya hubungan antara akuntan profesional dengan klien, pemberi kerja, atau pengguna jasa lain. Ketika akuntan profesional berpindah kerja atau telah mendapatkan klien baru, akuntan profesional berhak menggunakan pengalaman yang telah diperoleh sebelumnya. Namun, akuntan profesional tidak diperbolehkan untuk menggunakan atau mengungkapkan setiap informasi rahasia baik yang diperoleh atau diterima dari hubungan professional maupun bisnis sebelumnya.

Sebagai suatu prinsip dasar dalam kode etik, prinsip kerahasiaan melayani kepentingan publik karena memfasilitasi aliran informasi yang bebas dari klien akuntan profesional atau organisasi atau kantor tempatnya bekerja ke akuntan profesional. Namun, berikut ini adalah keadaan dimana akuntan profesional disyaratkan atau kemungkinan disyaratkan untuk mengungkapkan informasi rahasia tersebut atau ketika pengungkapan tersebut mungkin akan diperlukan:

  • Pengungkapan yang disetujui berdasarkan hukum dan telah disetujui oleh klien atau pemberi kerja atau pengguna jasa lain.
  • Pengungkapan yang disyaratkan berdasarkan hukum, misalnya untuk produksi dokumen atau ketentuan lainnya dari bukti dalam proses hukum; atau pengungkapan kepada otoritas publik sesuai dengan pelanggaran hukum yang terungkap.
  • Terdapat tugas atau hak professional untuk mengungkapkan atau tidak dilarang oleh hukum, misalnya untuk mematuhi revisi mutu oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia); untuk merespon investigasi atau pertanyaan oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) atau badan regulator; untuk melindungi kepentingan profesional dari akuntan profesional dalam mematuhi proses hukum; atau untuk mematuhi standar profesional dan standar teknis yang termasuk didalamnya persyaratan etika.
Baca Juga:   Pengertian dan Pembuatan Jurnal Penyesuaian & Neraca Lajur Lengkap Beserta Caranya

Dalam memutuskan untuk mengungkapkan informasi rahasia tersebut, akuntan profesional wajib untuk mempertimbangkan faktor yang relevan, termasuk didalamnya:

  • Dapat atau tidaknya kepentingan semua pihak akan dirugikan, termasuk pihak ketiga yang kepentingannya akan terpengaruh apabila klien atau pemberi kerja atau pengguna jasa lain menyetujui pengungkapan informasi oleh akuntan profesional.
  • Diketahui atau tidaknya dan dibuktikan atau tidaknya semua informasi yang relevan sepanjang dalam praktis; ketika menghadapi situasi atau keadaan bahwa fakta tidak didukung dengan bukti yang kuat, informasi yang tidak lengkap, atau kesimpulan yang tidak didukung dengan bukti yang kuat, maka digunakan pertimbangan yang profesional dalam menentukan jenis pengungkapan yang akan diberikan.
  • Jenis komunkasi yang akan digunakan serta pihak yang dituju dalam komunikasi tersebut.
  • Pihak yang akan dituju dalam komunikasi tersebut adalah penerima yang tepat dan andal.

5 – Perilaku Profesional

Perilaku Profesional; Kode Etik Akuntan Profesional

Prinsip Perilaku Profesional mewajibkan setiap akuntan profesional untuk mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku serta menghindari perilaku apapun yang akuntan profesional tahu atau seharusnya tahu yang dapat mengurangi kepercayaan pada profesi. Hal ini termasuk perilaku yang menurut pihak ketiga rasional dan memiliki informasi yang cukup, setelah menimbang semua fakta dan keadaan tertentu yang tersedia bagi akuntan profesional pada waktu itu, akan menyimpulkan hal yang mengakibatkan pengaruh negatif terhadap reputasi baik dari profesi.

Dalam melakukan kegiatan pemasaran dan promosi diri serta pekerjaannya, akuntan profesional dilarang untuk mencemarkan nama baik dari profesi. Akuntan profesional bersikap jujur dan dapat dipercaya, serta tidak mengakui secara berlebihan mengenai kualifikasi yang dimiliki, pengalaman yang diperoleh, atau jasa yang ditawarkan; dan tidak membuat referensi yang akan meremehkan atau membuat perbandingan dengan tanpa menyertakan bukti terhadap pekerjaan bukti lain.

Nah… Itu dia artikel tentang sifat atau etika yang wajib untuk dimiliki oleh seorang akuntan profesional. Setelah baca ini, pastinya kalian tau kan mana sifat ataupun etika yang harus ditanamkan kan yah jika memang ingin menjadi seorang akuntan yang professional di masa depan hehe… Sampai situ saja artikel ini saya tulis sampai bertemu di artikel berikutnya… :3


Bagikan Artikel Ini

Penulis dan Developer Blog Seven Accounting

Tinggalkan Balasan