Press "Enter" to skip to content

Pengertian, Manfaat, Bentuk, dan Cara Membuat Jurnal Umum pada Perusahaan Jasa Lengkap

Seven 0

Apa itu Jurnal Umum? Apa manfaat penggunaannya? Bagaimana bentuk dan cara membuatnya? Langsung saja mari kita simak artikel berikut ini!

Nahh… Di artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai  Pengertian, Tujuan, Jenis, Sifat Akun dan Kode Akun dalam Akuntansi Lengkap dengan Penjelasannya. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai apa itu jurnal? Jurnal adalah tempat mencatat seluruh kegiatan operasi normal perusahaan yang berkaitan dengan keuangan (bukan mencatat kegiatan kamu sama doi lohh yahh :v).

Berikut ini penjelasan mendalam tentang Pengertian, Manfaat, Bentuk, dan Cara Membuat Jurnal Umum pada Perusahaan Jasa Lengkap, silahkan membaca dengan senang hati hehehe…

Pengertian Jurnal Umum

Pengertian Jurnal Umum

Jurnal Umum adalah alat pencatatan berbentuk buku harian dengan 2 kolom yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan ke dalam nama perkiraan atau akun tertentu beserta dengan jumlah yang harus di debit dan di kredit secara kronologis (berdasarkan urutan waktu terjadinya transaksi). Sebelum dibukukan ke dalam buku besar, setiap transaksi keuangan yang terjadi di dalam perusahaan harus dicatat ke dalam jurnal terlebihb dahulu. Oleh karenai itu, jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama (book of original entry).

Transaksi adalah situasi atau peristiwa atau kejadian yang terdapat dalam perusahaan baik antara pihak internal perusahaan ataupun pihak internal dan eksternal perusahaan yang dapat memengaruhi posisi keuangan perusahaan. Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus dibuatkan keterangan tertulis atau yang biasa disebut dengan bukti transaksi, seperti faktur, nota kontan, dan lain-lain. Dalam akuntansi suatu transaksi diukur dengan menggunakan satuan mata uang sesuai dengan asumsi dasar akuntansi yaitu penggunaan unit moneter. Oleh karena itu, hanya transaksi yang dapat dinilai dengan satuan mata uang saja yang dapat dicatat dalam akuntansi atau yang biasa disebut transaksi keuangan.

Manfaat Jurnal Umum

Manfaat pemakaian jurnal dalam pencatatan transaksi dalam perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Jurnal merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan akun-akun yang terpengaruh oleh suatu transaksi dalam perusahaan. Manfaat dari pemakaian jurnal ini akan semakin terasa, terutama apabila suatu transaksi dalam perusahaan mengakibatkan adanya beberapa pendebitan dan pengkreditan. Pengaruh dari transaksi tersebut sulit jika dilihat melalui buku besar, tetapi akan terlihat sangat jelas dalam jurnal (fungsi pencatatan).
  2. Jurnal juga merupakan alat pencatatan yang memberikan gambaran tentang transaksi dalam perusahaan secara kronologis (menurut urutan waktu terjadinya transaksi tersebut), sehingga dapat memberikan gambaran lengkap mengenai seluruh transaksi dalam perusahaan berdasarkan urutan kejadiaanya (fungsi historis).
  3. Jurnal dapat dibagi menjadi beberapa jurnal khusus yang dapat dikerjaan oleh beberapa orang secara bersamaan. Transaksi keuangan yang terdapat dalam perusahaan besar biasanya cukup banyak jumlahnya, sehingga diperlukan beberapa orang untuk bisa menanganinya. Cara pencatatan transaksi yang secara langsung ke dalam buku besar akan sulit untuk dilaksanakan oleh perusahaan besar, karena dengan cara ini hanya satu orang saja yang dapat mengerjakan seluruh transaksi di buku besar, sehingga mengurangi efisiensi dan efektivitas waktu dalam perusahaan.
  4. Jurnal menyediakan ruang yang cukup untuk mencatat keterangan dalam transaksi, sehingga pencatatan menjadi lebih jelas dan mudah dipahami. Sebaliknya ruang yang tersedia dalam kolom keterangan di akun-akun yang terdapat pada buku besar sangat terbatas, sehingga tidak dapat memuat keterangan yang cukup jelas dan lengkap.
  5. Apabila suatu transaksi dicatat secara langsung ke dalam buku besar tanpa melalui jurnal dan terjadi kesalahan dalam pencatatannya, maka letak dari kesalahan tersebut akan sulit untuk ditemukan di buku besar. Jenis-jenis kesalahan yang sulit ditemukan bila transaksi dicatat langsung ke buku besar, misalnya lupa mendebit atau mengkredit suatu akun, dan melakukan pendebitan atau pengkreditan pada akun yang salah atau pada sisi akun yang salah (fungsi analisis).
Baca Juga:   Asumsi dan Prinsip Dasar Akuntansi Lengkap dengan Artinya

Dengan menggunakan jurnal, maka setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan dapat dicatat secara utuh dalam satu tempat, sedangkan jika langsung dicatat dalam buku besar tanpa melalui jurnal sebagian dari transaksi dicatat pada suatu akun dan sebagian lagi akan dicatat dalam akun yang lain, sehingga sering menimbulkan kesalahan dalam pencatatannya. Jurnal adalah catatan berupa pendebitan dan pengkreditan yang diperngaruhi oleh transaksi keuangan dalam perusahaan secara kronologis beserta dengan keterangan yang diperlukan untuk lebih memperjelas transaksi tersebut. Pada waktu tertentu (mungkin setiap hari, setiap minggu, atau bahkan setiap bulan) transaksi yang telah dicatat dalam jurnal tersebut akan dipindahkan ke akun-akun dalam buku besar.

Jurnal dan akun-akun dalam buku besar mempunyai peranan penting yang tidak dapat dipisahkan dalam mencatat transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan. Jurnal mencatat pengaruh dari setiap transaksi keuangan dalam perusahaan secara kronologis terhadap persamaan akuntansi, sedangkan akun-akun dalam buku besar mengelompokkan pengaruh transaksi keuangan perusahaan terhadap aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban dalam akun yang terkait.

Dengan demikian jurnal tidaklah menggantikan peran ataupun kedudukan buku besar dalam pencatatan transaksi keuangan perusahaan. Jurnal adalah buku pertama yang digunakan dalam mencatat transaksi keuangan perusahaan pada saat transaksi tersebut terjadi, sedangkan buku besar merupakan buku terakhir dimana pendebitan dan pengkreditan dari jurnal dipindahkan ke dalam akun-akun buku besar yang terkait, sehingga semua transaksi dalam jurnal dapat dikumpulkan dalam akun-akun yang tepat dan mengurangi dalam kesalahan pencatatan.

Bentuk Jurnal

Dalam penerapannya dikenal berbagai bentuk jurnal, mulai dari yang tidak bikin pusing (sederhana) sampai yang bikin kita pusing dan mumet (rumit). Tapi pada artikel kali ini, kita akan mempelajari bentuk jurnal yang tidak bikin kita pusing dulu saja biar lebih asikk. Bentuk jurnal yang paling sederhana seperti yang telah diterangkan di atas adalah jurnal umum atau jurnal dua kolom. Sebenarnya jumlah kolom yang terdapat pada jurnal ini lebih dari pada, hanya saja jumlah kolom yang digunakan untuk mencatat jumlah rupiahnya hanya dua, yaitu satu kolom untuk mencatat jumlah rupiah yang berada di sisi debit dan satu lagi yang di sisi kredit.

Contoh bentuk kolom jurnal umum adalah sebagai berikut:

Bentuk Jurnal Umum

Pemakaian kolom-kolom dalam jurnal umum adalah sebagai berikut ini:

  • Kolom (1) untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi keuangan perusahaan. Kolom ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian kiri atau bagian yang lebar digunakan untuk mencatat tahun dan bulan terjadinya transaksi, sedangkan bagian yang lain digunakan untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi tersebut.
  • Kolom (2) untuk mencatat nomor bukti transaksi yang dijadikan sebagai dasar dalam mencatat transaksi tersebut ke dalam jurnal umum.
  • Kolom (3) untuk mencatat nama akun yang didebit dan dikredit dari suatu transaksi. Dalam kolom ini juga dicatat keterangan atau uraian singkat tentang transaksi yang dicatat untuk lebih memperjelasnya.
  • Kolom (4) untuk mencatat nomor akun dari akun yang tadinya didebit maupun yang dikredit dalam kolom keterangan. Kolom ini diisi setelah akun yang bersangkutan telah diposting dalam buku besar.
  • Kolom (5) untuk mencatat jumlah rupiah yang harus didebit ke dalam akun yang telah ditulis di kolom keterangan atau kolom (2).
  • Kolom (6) untuk mencatat jumlah rupiah yang harus dikredit ke dalam akun yang telah ditulis di kolom keterangan atau kolom (2).
Baca Juga:   Profesi dan Bidang Akuntansi Lengkap Beserta Penjelasannya

Proses mencatat suatu transaksi keuangan perusahaan ke dalam jurnal disebut dengan menjurnal. Prosedur yang harus diikuti dalam menjurnal untuk menghindari terjadinya kesalahan adalah sebagai berikut:

  • Tahun ditulis pada barisan pertama. Tahun ini biasanya hanya ditulis sekali pada suatu halaman jurnal apabila tidak terdapat pergantian tahun.
  • Nama bulan hanya dituliskan pada saat terjadinya transaksi pertama pada bulan yang bersangkutan. Nama bulan ini ditulis dibawah tahun terjadinya transaksi. Nama bulan hanya akan dituliskan kembali pada bagian atas halaman yang baru atau pada saat pergantian bulan yang baru. Jadi nama bulan tidak perlu ditulis secara berulang-ulang pada halaman yang sama, kecuali jika ada pergantian bulan.
  • Tanggal untuk setiap transaksi dicatat pada kolom (1) di bagian kolom yang kecil tepatnya di sebelah nama bulan. Untuk setiap transaksi yang terjadi perlu dituliskan tanggalnya meskipun terjadi beberapa transaksi dalam tanggal yang sama.
  • Nomor bukti transaksi dimasukkan di dalam kolom (2) sesuai dengan nomor yang terdapat dalam bukti transaksi.
  • Nama akun yang didebit dituliskan merapat pada bagian kiri kolom (3) dan jumlah pendebitan dimasukkan ke dalam kolom (5).
  • Nama akun yang dikredit dituliskan dalam baris berikutnya dibawah nama akun yang didebit. Nama akun yang dikredit dituliskan agak ke sebelah kanan dari nama akun yang didebit (selish 3-5 huruf dari akun yang didebit). Jumlah pengkreditan dimasukkan ke dalam kolom (6).
  • Kolom (4) atau nomor akun dituliskan ketika jurnal yang bersangkutan telah diposting ke dalam buku besar.
  • Keterangan atau uraian ditulis pada baris berikutnya atau di bawah nama akun yang dikredit dengan cara memberi kolom pada keterangan atau uraian tersebut. Sebaiknya keterangan ini dituliskan secara singkat dan dapat dipahami dengan  jelas, tentu saja tanpa mengabaikan informasi yang penting.
  • Jurnal yang dibuat untuk suatu transaksi keuangan tertentu disebut dengan ayat jurnal. Antara ayat jurnal yang satu dengan yang lain hendaknya diberi jarak satu baris, sehingga dapat terlihat dengan jelas antara ayat jurnal yang satu dengan yang lainnya serta dapat membuat jurnal menjadi lebih rapi.

Contoh Soal Jurnal Umum:

Berikut adalah contoh soal atau studi kasus mengenai jurnal umum beserta pembahasannya:

Pada tanggal 1 Juli 2018, LO membuka sebuah perusahaan jasa cetak dengan nama “Percetakan LO”. Berikut ini transaksi yang terjadi selama bulan pertama operasi perusahaan tersebut:

Juli 1 LO menginvestasikan uang tunai ke dalam perusahaan sebesar Rp 10.000.000,- dan 4 komputer @ Rp 250.000,-.

Analisinya:

Transaksi di atas adalah transaksi penyetoran modal awal LO dengan menyertakan uang tunai ke perusahaan atau sama dengan kas dan 4 komputer yang dapat digolongkan pada Peralatan Percetakan. Jadi pada transaksi ini Kas di debit, Peralatan Percetakan di debit, dan Modal di kredit. Jika dijurnal akan tampak seperti berikut ini:

Analasis Transaksi Juli 1

Juli 2 Dibayar sewa tempat sebagai tempat usaha untuk masa satu tahun sebesar Rp 1.200.000,-.

Analisisnya:

Transaksi di atas merupakan transaksi pembayaran sewa untuk satu tahun. Karena perusahaan membayar sewa untuk satu tahun maka akun yang berada di debit adalah sewa dibayar dimuka. Transaksi ini tidak menggunakan beban sewa di debit karena untuk pembayaran sewa yang lebih atau sama dengan 1 tahun akan dicatat sebagai aset perusahaan.

Analisis Transaksi Juli 2

Juli 3 Dibeli 4 printer dan 2  mesin fotocopy yang masing-masing harganya sebesar Rp 300.000,- dan Rp 350.000,- untuk pembelian printer secara tunai dan mesin fotocopy secara kredit.

Baca Juga:   Pengertian dan Pembuatan Jurnal Penyesuaian & Neraca Lajur Lengkap Beserta Caranya

Analisinya:

Printer dan Mesin Fotocopy digolongkan sebagai Peralatan Percetakan karena dapat digunakan lebih dari satu tahun. Dan karena sebagian dari pembelian tersebut adalah tunai dan sebagian lagi kredit, maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

Analisis Transaksi Juli 3

Juli 5 Dibeli perlengkapan untuk percetakan seharga Rp 200.000,- secara kredit.

Analisisnya:

Transaksi pembelian perlengkapan di atas dicatat pada akun Perlengkapan Percetakan di debit dan karena dibeli secara kredit maka akun yang di kredit adalah Utang Usaha.

Analisis Transaksi Juli 5

Juli 7 Dibayar iklan di surat kabar untuk 10 kali penerbitan sebesar Rp 500.000,-.

Analisinya:

Transaksi di atas menggunakan akun Iklan dibayar dimuka di debit, dikarenakan iklan yang dibayar adalah untuk 10 kali penerbitan, dan pada transaksi tersebut iklannya sama sekali belum diterbitkan atau masih akan diterbitkan jadi masih belum bisa dianggap sebagai beban.

Analisis Transaksi Juli 7

Juli 10 Diterima per kas pendapatan jasa percetakan Rp 700.000,-.

Analisinya:

Per kas artinya adalah secara tunai, jadi transaksi tersebut akan dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

Analisis Transaksi Juli 10

Juli 14 Diterima uang muka untuk jasa percetakan yang akan selesai bulan depan sebesar Rp 2.000.000,-.

Analisisnya:

Transaksi di atas dicatat pada akun kas di debit dan pendapatan diterima dimuka di kredit, dikarenakan jasa yang diberikan masih belum diselesaikan jadi tidak boleh dicatat sebagai pendapatan jasa percetakan sebelum jasa tersebut diselesaikan. Hal ini sesuai dengan prinsip dasar akuntansi yaitu Prinsip Pengakuan Pendapatan.

Analisis Transaksi Juli 14

Juli 16 LO mengambil uang tunai untuk kepentingan pribadinya sebesar Rp 500.000,-.

Analisinya:

Pengambilan uang pribadi dicatat dengan menggunakan akun Prive di debit dan karena yang diambil adalah uang tunai maka akun yang di kredit adalah kas.

Analisis Transaksi Juli 16

Juli 19 Dibayar beban listrik, air, dan telepon untuk bulan Juli Rp 250.000,-.

Analisisnya:

Transaksi di atas dicatat menggunakan akun Beban listrik, air, dan telepon di sisi debit dengan jurnal sebagai berikut:

Analisis Transaksi Juli 19

Juli 20 Diselesaikan jasa percetakan yang pembayarannya akan diterima 8 hari kemudian sebesar Rp 950.000,-.

Analisinya:

Karena pembayarannya masih akan diterima 8 hari kemudian, maka transaksi tersebut dicatat pada akun Piutang Usaha di sisi debit, dengan jurnal sebagai berikut:

Analisis Transaksi Juli 20

Juli 23 Dibayar utang usaha atas transaksi tanggal 3.

Analisisnya:

Untuk nominal pada transaksi ini melihat pada transaksi tanggal 3. Jurnalnya adalah sebagai berikut:

Analisis Transaksi Juli 23

Juli 25 Dibayar macam-macam beban sebesar Rp 200.000,-.

Analisisnya:

Transaksi di atas dicatat menggunakan akun Beban macam-macam di debit dengan jurnal sebagai berikut:

Analisis Transaksi Juli 25

Juli 28 Diterima pelunasan piutang usaha atas transaksi tanggal 20.

Analisisnya:

Untuk nominal pada transaksi ini melihat pada transaksi tanggal 20 dan untuk jurnalnya adalah sebagai berikut:

Analisis Transaksi Juli 28

Juli 30 Dibayar gaji karyawan bulan juli sebesar Rp 650.000,-.

Analisinya:

Transaksi di atas dicatat menggunakan akun Beban Gaji Karyawan di debit dengan jurnal sebagai berikut:

Analisis Transaksi Juli 30

Jika seluruh jurnal di atas digabungkan menjadi satu bagian jurnal umum, maka akan menjadi seperti berikut ini:

Jurnal Umum Percetakan LO Juli 2018

Nahh… Itu dia artikel mengenai Jurnal Umum pada Perusahaan Jasa. Jika ada yang ingin ditanyakan seputar masalah akuntansi, silahkan ke Tanya Jawab atau bisa langsung ke Facebook atau Instagram kami. Terimakasih atas kunjungannya semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua 🙂

Leave a Reply