Pengertian dan Langkah Membuat Jurnal Penutup, Neraca Saldo Setelah Penutupan, & Jurnal Pembalik Lengkap

Apa itu Jurnal Penutup? Apa itu Neraca Saldo Setelah Penutupan? Dan Apa itu Jurnal Pembalik?Berikut ini penjelasan lebih mendetailnya…

Nahh… Pada artikel kita sebelumnya telah membahas mengenai Pengertian dan Pembuatan Jurnal Penyesuaian & Neraca Lajur Lengkap Beserta Caranya. Kali ini kita akan membahas tentang Jurnal Penutup. Apa sihhh Jurnal Penutup ituu??? Jurnal Penutup adalah jurnal yang digunakan untuk menutup hatiku dari kenangan-kenangan semua mantanku, ehh maksudnya untuk menutup akun-akun sementara hehehe… πŸ™‚

Untuk lebih lanjutnya, mari kita simak penjelasan berikut ini πŸ™‚

Jurnal Penutup

Jurnal Penutup

Jurnal Penutup adalah jurnal yang pada umumnya dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup atau men-nol-kan saldo akun-akun nominal, yaitu akun pendapatan dan beban. Dengan demikian, setelah jurnal penutup dibuat maka saldo akun-akun nominal pada periode berikutnya akan dimulai kembali dari saldo yang baru.

Akun nominal berupa akun-akun pendapatan dan akun-akun beban disebut pula sebagai akun sementara. Disebut akun sementara karena akun-akun pendapatan dan beban hanya bersifat sementara yaitu hanya berlaku selama satu periode akuntansi saja. Oleh karena itu, pada akhir periode, saldo dari akun-akun pendapatan dan beban yang terdapat dalam buku besar harus dipindahkan ke dalam akun Modal agar dapat diketahui pengaruhnya terhadap akun tersebut, dan sekaligus untuk mengakhiri akun-akun nominal tersebut pada akhir periode yang bersangkutan. Pada awal periode berikutnya, akun-akun nominal akan diawali dengan saldo baru yaitu saldo nol rupiah.

Jurnal Penutup (Closing Journal) merupakan jurnal yang memindahkan saldo pendapatan, beban, laba bersih, dan pengambilan pribadi dari masing-masing akun ke dalam akun modal. Pendapatan akan menambah modal dan beban serta prive akan mengurangi modal.

Tujuan Jurnal Penutup

Jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo akun-akun sementara (akun nominal dan akun prive) disebut dengan jurnal penutup. Tujuan pembuatan jurnal penutup sendiri adalah sebagai berikut.

  • Untuk menutup saldo yang terdapat dalam semua akun nominal atau akun sementara. Kata menutup berarti mengurangi atau mengakhiri saldo akun sehingga menjadi nol. Dengan demikian saldo semua akun sementara pada periode berikutnya akan dimulai dari nol. Dengan cara ini pula akan dapat memisahkan jumlah saldo akun sementara untuk periode ini dengan jumlah saldo akun sementara pada periode berikutnya.
  • Agar saldo akun Modal dapat menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode yaitu saldo setelah memperhitungkan laba atau rugi dan pengambilan pribadi atau prive pada periode yang bersangkutan. Dengan adanya jurnal penutup ini, maka saldo akun modal akan sama dengan jumlah modal akhir yang dilaporkan dalam neraca.
Baca Juga:   Asumsi dan Prinsip Dasar Akuntansi Lengkap dengan Artinya

Langkah-Langkah Membuat Jurnal Penutup

Dalam menyelenggarakan penutupan pembukuan, kita menggunakan akun sementara yang baru, yaitu akun Ikhtisar Laba Rugi. Akun ini hanya digunakan untuk menutup akun sementara pada akhir periode akuntansi. Dalam akun ini dihimpun semua saldo akun pendapatan dan beban, sehingga dapat diperoleh satu saldo yang disebut laba atau rugi bersih untuk kemudian dipindahkan ke dalam akun modal pemilik.

Penutupan pembukuan biasanya dilakukan dengan urutan sebagai berikut ini:

1 – Menutup akun pendapatan

Menutup semua akun pendapatan dengan memindahkan saldo setiap akun pendapatan ke akun Ikhtisar Laba Rugi. Caranya adalah dengan menutup saldo akun pendapatan yang bersaldo normal di kredit (bisa dilihat di neraca lajur kolom laba rugi sebelah kredit) ke sisi debit dan mengkredit akun ikhtisar laba rugi, seperti sebagai berikut ini:

Des31PenjualanXXX
Pendapatan JasaXXX
Pendapatan ………..XXX
Retur PembelianXXX
Potongan PembelianXXX
~ Ikhtisar Laba RugiXXX
(Menutup semua pendapatan)

2 – Menutup akun beban

Menutup semua akun beban dengan memindahkan saldo setiap akun beban ke dalam akun Ikhtisar Laba Rugi. Caranya adalah dengan memindahkan saldo setiap akun beban yang bersaldo normal di debit (bisa dilihar di neraca lajur kolom laba rugi sebelah debit) ke sisi kredit dan mendebit akun Ikhtisar laba rugi sebagai penutupnya, seperti dibawah ini:

Des31Ikhtisar Laba RugiXXX
~ Beban-BebanXXX
~ PembelianXXX
~ Retur PenjualanXXX
~ Potongan PenjualanXXX
~ Beban Angkut PembelianXXX
~ Pajak Penghasilan (PPh)XXX
(Menutup semua beban)

3 – Menutup Laba Bersih atau Rugi Bersih

Menutup saldo laba bersih dengan memindahkannya kea kun modal. Caranya adalah dengan memindahkan saldo akun ikhtisar laba rugi yang telah diselisihkan antara pendapatan dan beban ke dalam akun modal. Jurnal untuk menutupnya dapat dilihat sebagai berikut:

  • Jika perusahaan merupakan perusahaan perorangan, maka cara untuk menutup laba atau rugi bersihnya adalah sebagai berikut:
Baca Juga:   Pengertian, Tujuan, Jenis, Sifat Akun dan Kode Akun dalam Akuntansi Lengkap dengan Penjelasannya
Des31Ikhtisar Laba RugiXXX
~ Modal UsahaXXX
(Jika perusahaan laba)
(Jumlahnya sebesar laba bersih)
31Modal UsahaXXX
~ Ikhtisar Laba RugiXXX
(Jika perusahaan rugi)
(Jumlahnya sebesar rugi bersih)
  • Jika perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT), maka cara menutup laba atau rugi bersihnya adalah sebagai berikut:
Des31Ikhtisar Laba RugiXXX
~ Laba DitahanXXX
(Jika perusahaan Laba)
(Jumlahnya sebesar laba bersih)
31Laba DitahanXXX
~ Ikhtisar Laba RugiXXX
(Jika perusahaan Rugi)
(Jumlahnya sebesar rugi bersih)

4 – Menutup Saldo Prive atau Saldo Dividen

Menutup akun Prive (jika ada) atau akun deviden dengan mengurangkan saldonya ke akun modal. Caranya adalah dengan mendebit akun modal dan mengkredit akun prive atau deviden sebesar saldo akun prive atau deviden tersebut. Jurnal nya dapat dilihat sebagai berikut:

  • Jika perusahaan adalah perusahaan perorangan, maka cara untuk menutup privenya sebagai berikut:
Des31Modal UsahaXXX
~ Prive XXX
(Sebesar saldo prive)
  • Jika perusahaan merupakan perseroan terbatas (PT), maka untuk menutup devidennya adalah sebagai berikut ini:
Des31Laba DitahanXXX
~ DevidenXXX
(Sebesar saldo deviden)

Contoh Jurnal Penutup

Jika mengambil dari soal yang terdapat pada artikel sebelumnya, maka jurnal penutup yang akan dibuat oleh Perusahaan M1 adalah sebagai berikut:

Jurnal Penutup Perusahaan M1

Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca saldo setelah penutupan adalah suatu daftar akun buku besar yang berisi saldo-saldo akun buku besar setelah perusahaan melakukan penutupan buku. Dengan demikian, semua akun nominal perusahaan pada buku besar akan bersaldo nol, dan yang masih memiliki saldo hanyalah akun riil saja, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas. Oleh karena itu, neraca saldo yang disusun setelah penutupan buku hanya berisi akun-akun rill saja.

Tujuan utama dari disusunnya neraca saldo setelah penutupan ini adalah untuk memeriksa kebenaran dan keseimbangan jumlah debit dan jumlah kredit setelah dilakukan penutupan pembukuan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara membandingkan data yang tercantum dalam neraca saldo setelah penutupan buku dengan neraca yang terdapat dalam kolom neraca lajur atau dengan laporan posisi keuangan yang telah dibuat. Saldo akun-akun yang tercantum dalam neraca harus sama dengan saldo akun-akun yang tercantum dalam neraca saldo setelah penutupan. Apabila tidak sama, berarti telah terjadi kesalahan yang harus dicari penyebabnya, dan diadakan koreksi yang diperlukan.

Baca Juga:   Pengertian dan Pembuatan Jurnal Penyesuaian & Neraca Lajur Lengkap Beserta Caranya

Berdasarkan soal pada artikel sebelumnya, maka neraca saldo setelah penutupan yang akan dibuat oleh Perusahaan M1 setelah membuat jurnal penutup adalah sebagai berikut:

Neraca Saldo Setelah Penutupan Perusahaan M1

Jurnal Pembalik

Jurnal Pembalik

Setelah penyusunan laporan keuangan dan penutupan pembukuan di jurnal penutup, pada awal tahun berikutnya (sebelum perusahaan memulai dengan pencatatan transaksi pada tahun buku yang baru) perusahaan terkadang merasa perlu untuk menyesuaikan kembali atas beberapa jurnal penyesuaian yang telah dibuatnya pada akhir tahun lalu. Jurnal yang dibuat untuk tujuan ini biasanya disebut dengan Jurnal Penyesuaian kembali atau jurnal pembalik karena pendebitan dan pengkreditan akunnya merupakan kebalikan dari jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya. Jurnal pembalik ini berisi nama akun dan jumlah rupiahnya yang sama dengan jurnal penyesuaian yang bersangkutan hanya saja posisi debit dan kreditnya yang dibalik.

Jurnal Pembalik adalah jurnal yang umumnya dibuat pada awal periode akuntansi untuk membalik atau menyesuaikan kembali beberapa jurnal penyesuaian tertentu. Tujuan utama dibuatnya jurnal pembalik adalah untuk mempermudah pencatatan pada periode berikutnya. Walaupun demikian, jurnal pembalik sifatnya tidak harus dibuat oleh perusahaan (opsional). Pembuatan jurnal pembalik hanya akan bermanfaat jika perusahaan membuat jurnal penyesuaian yang banyak jumlahnya.

Penyesuaian yang Perlu Dibalik

Beberapa jurnal penyesuaian yang biasanya perlu untuk disesuaikan kembali atau dibalik pada awal periode, umumnya terdapat 5 hal pokok yaitu sebagai berikut:

1 – Beban yang masih harus dibayar atau Utang beban (Accrued Expenses)

Jurnal yang digunakan untuk membalik penyesuaian ini adalah sebagai berikut:

Jan1Utang BebanXXX
~ Beban-BebanXXX
(Membalik utang beban)

2 – Pendapatan yang masih harus diterima atau Piutang Pendapatan (Accrued Revenues)

Jurnal yang diperlukan untuk membalik penyesuaian ini adalah sebagai berikut:

Des31Pendapatan-Pendapatan XXX
~ Piutang PendapatanXXX
(Membalik piutang pendapatan)

3 – Beban dibayar dimuka (Prepaid Expenses)

Untuk beban dibayar dimuka perlu dibalik hanya jika pada saat pembayaran dan penyesuaian dicatat sebagai beban, jika dicatat sebagai aset maka tidak perlu dibalik di awal periode. Jurnal yang diperlukan untuk membalik penyesuaian ini adalah sebagai berikut:

Des31Beban-BebanXXX
~ Beban dibayar dimukaXXX
(Membalik beban dibayar dimuka

4 – Pendapatan diterima dimuka (Unearned Revenues)

Untuk pendapatan diterima dimuka hanya perlu dibalik jika pada saat penerimaan dan penyesuian dicatat sebagai pendapatan, jika dicatat sebagai utang maka tidak perlu dibalik pada awal periode. Jurnal yang digunakan untuk membalik penyesuaian ini adalah sebagai berikut:

Des31Pendapatan diterima dimukaXXX
~ Pendapatan-PendapatanXXX
(Membalik pendapatan diterima dimuka)

5 – Perlengkapan (Supplies)

Untuk akun perlengkapan ini hanya perlu dibalik jika pada saat pembelian dan penyesuaiannya dicatat sebagai beban, tetapi jika dicatat sebagai aset maka tidak perlu dibalik pada awal periode akuntansi. Jurnal yang diperlukan untuk membalik penyesuaian perlengkapan yang dicatat sebagai beban adalah sebagai berikut:

Des31Beban PerlengkapanXXX
~ PerlengkapanXXX
(Membalik beban perlengkapan)

Contoh Jurnal Pembalik

Jika berdasarkan jurnal penyesuaian Perusahaan M1 pada artikel sebelumnya, maka jurnal pembalik yang seharusnya dibuat adalah sebagai berikut:

Jurnal Pembalik Perusahaan M1

Nahh… Itu dia artikel mengenai Jurnal Penutup, Neraca Saldo Setelah Penutupan, dan Jurnal Pembalik dari kita semua Hehehe. Silahkan bertanya dengan klik link berikut ini Tanya Jawab atau bisa langsung saja ke Facebook atau Instagram kami jika mungkin ada yang belum dipahami mengenai materi yang kami sampaikan. Semoga Bermanfaat πŸ™‚

Default image
Sapta Jaya Pradana
Penulis dan Developer Blog Seven Accounting
Leave a Reply