Aset Tetap; Pengertian, Karakteristik, Penggolongan, dan Biaya Perolehan Lengkap

Aset Tetap
Bagikan Artikel Ini

Aset Tetap; Pengertian, Karakteristik, Penggolongan, dan Biaya Perolehan Lengkap – Aset Tetap merupakan aset yang dimiliki perusahaan untuk kegiatan operasionalnya yang diharapkan dapat digunakan selama lebih dari satu periode akuntansi.

Sebelumnya kita telah membahas artikel tentang 5 Contoh Soal Kartu Persediaan; Metode FIFO, LIFO, Rata-Rata Lengkap, kali ini kita akan membahas tentang Aset Tetap; Pengertian, Karakteristik, Penggolongan, dan Biaya Perolehan Lengkap.

Artikel tentang Akuntansi Keuangan Menengah selain Aset Tetap; Pengertian, Karakteristik, Penggolongan, dan Biaya Perolehan Lengkap dapat diakses di link berikut ini:

Akuntansi Keuangan Menengah

Pengertian Aset Tetap

Pengertian Aset Tetap

Aset Tetap diartikan sebagai aset berwujud yang dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan barang dan jasa. untuk disewakan kepada orang lain, atau untuk tujuan administratif lainnya, yang diharapkan dapat digunakan selama lebih dari satu periode akuntansi.

Karakteristik yang membedakan aset tetap dengan persediaan barang dagang adalah bahwa aset tetap dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan operasional, sedangkan persediaan barang dagang tidak untuk digunakan melainkan untuk dijual kembali.

Misalnya, komputer pada suatu toko elektronik akan menjadi suatu barang dagangan, karena disini perusahaan akan membeli komputer untuk dijual kembali sebagai barang dagangan bukan untuk digunakan. Namun, jika perusahaan memiliki komputer untuk digunakan dalam operasional perusahaan, maka komputer ini akan digolongkan sebagai aset tetap.

Aset tetap juga memiliki perbedaan dengan investasi jangka panjang. Walaupun keduanya sama-sama dimiliki oleh perusahaan untuk masa lebih dari satu periode akuntansi, investasi jangka panjang ini tidak digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan yang utama.

Misalnya, perusahaan membeli tanah untuk keperluan ekspansi di masa yang akan datang, maka tanah ini akan digolongkan sebagai investasi jangka panjang. Namun, jika perusahaan membeli tanah sebagai tempat dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, maka tanah ini akan digolongkan sebagai aset tetap.

Selain itu, Aset tetap juga berbeda dengan aset lancar, seperti perlengkapan kantor. Perbedaannya adalah bahwa perlengkapan kantor ini dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam waktu satu tahun, sedangkan aset tetap dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang, biasanya meliputi beberapa periode akuntansi.

Karakteristik Aset Tetap

Karakteristik Aset Tetap

  1. Aset tetap diperoleh untuk digunakan dalam kegiatan operasional dan tidak untuk dijual kembali. Hanya aset yang digunakan dalam kegiatan operasi normal perusahaan yang dapat diklasifikasikan sebagai aset tetap. Misalnya, jika terdapat sebuah bangunan yang menganggur, maka akan lebih tepat jika diklasifikasikan secara terpisah sebagai investasi.
  2. Aset tersebut bersifat jangka panjang dan biasanya akan disusutkan. Aset tetap memberikan manfaat pada perusahaan selama beberapa tahun. Perusahaan juga akan mengalokasikan biaya perolehan aset tetap untuk beberapa periode mendatang melalui biaya penyusutan periodik. Semua aset tetap akan disusutkan kecuali tanah. Pengecualian tanah yang disusutkan hanyalah tanah yang mengalami penurunan nilai material, seperti tanah pertambangan.
  3. Aset tersebut memiliki substansi secara fisik. Aset tetap adalah aset berwujud yang ditandai dengan keberadaan fisiknya atau substansinya. Hal inilah yang menjadi pembeda antara aset tetap dan aset tak berwujud, seperti goodwill dan paten.
Baca Juga:   Akuntansi untuk Piutang Wesel: Perhitungan dan Penjurnalannya

Penggolongan Aset Tetap

Penggolongan Aset Tetap

Aset tetap biasanya digolongkan menjadi 4 kelompok sebagai berikut:

  1. Tanah, meliputi tanah yang digunakan oleh perusahaan sebagai tempat berdirinya bangunan perusahaan dan fasilitas perusahaan lainnya.
  2. Perbaikan Tanah, untuk perbaikan tanah ini bisa seperti jalan-jalan yang dibangun oleh perusahaan, tempat parkir kendaraan, pagar, dan saluran air.
  3. Gedung, meliputi gedung yang digunakan unyuk toko, pabrik, gudang, kantor, dan bangunan lainnya.
  4. Peralatan, meliputi peralatan kantor, peralatan pabrik, mesin-mesin, kendaraan, dan mebel.

Sebagaimana halnya membeli rumah dan peralatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rumah tangga, kepemilikan aset tetap juga merupakan keputusan yang sangat penting bagi perusahaan. Selain itu, terdapat hal yang penting pula bagi perusahaan dalam memiliki aset tetap, yaitu:

  1. Menjaga aset tetap agar selalu berada dalam kondisi yang baik, baik saat digunakan maupun tidak;
  2. Mengganti fasilitas atau aset tetap yang telah rusak atau aus akibat pemakaian dengan yang baru atau bekas; dan
  3. Menambah aset baru lagi jika diperlukan.

Biaya Perolehan Aset Tetap

Sesuai dengan prinsip akuntansi, Aset tetap harus dicatat sebesar biaya perolehannya. Biaya Perolehan adalah semua pengeluaran yang diperlukan untuk mendapatkan suatu aset, dan pengeluaran lainnya sampai aset siap untuk digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan.

Biaya perolehan diukur dengan kas yang dibayarkan dalam suatu transaksi yang dilakukan secara tunai. Jika aset tidak dibayar menggunakan kas, maka biaya perolehan aset akan ditetapkan sebesar nilai wajar dari aset yang diperoleh atau aset yang diserahkan, mana yang lebih layak berdasarkan bukti atau data yang tersedia.

Jika biaya perolehan aset telah ditetapkan, maka biaya ini akan menjadi dasar dalam akuntansi selama masa pemakaian aset tersebut. Akuntansi tidak mengakui pemakaian harga pengganti ataupun harga pasar selama masa pemakaian suatu aset tetap. Penerapan prinsip biaya perolehan untuk setiap golongan utama dari aset tetap adalah sebagai berikut:

Baca Juga:   Sistem Pencatatan Persediaan; Sistem Perpetual dan Sistem Periodik Lengkap

Tanah

Aset Tetap - Tanah

Perusahaan biasanya membeli tanah untuk digunakan sebagai lahan untuk membangun pabrik atau kantor dan keperluan usaha yang lainnya. Biaya perolehan atas tanah ini antara lain (1) harga beli tunai tanah, (2) biaya balik nama, (3) komisi perantara pembelian tanah, serta (4) pajak atau pungutan lainnya yang harus dibayarkan oleh pembeli agar tanah dapat digunakan.

Semua pengeluaran lain yang diperlukan agar tanah siap untuk digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan yang bersifat perbaikan secara permanan akan didebet ke akun tanah. Jika tanah yang dibeli tidak rata, berbatu, atau mungkin penuh dengan tanaman liar, maka biaya perolehan tanah juga akan meliputi semua pengeluaran untuk pembersihan dan perataan tanah.

Terkadang pada tanah yang dibeli, masih terdapat bangunan yang tidak diperlukan atau sudah tua, sehingga harus dibongkar, agar tanah bisa digunakan secara maksimal. Dalam hal tersebut, pengeluaran untuk membongkar bangunan akan dibebankan pada biaya perolehan tanah, dan hasil penjualan sisa bongkaran bangunan akan mengurangi biaya perolehan tanah.

Perbaikan Tanah

Aset Tetap - Perbaikan Tanah

Perbaikan tanah adalah tambahan struktural yang dilakukan pada tanah perusahaan. Misalnya di atas tanah yang terletak pada halaman perusahaan dibuat jalan masuk, tempat parkir kendaraan, pagar halaman, taman mini, dan saluran pembuangan air hujan.

Biaya perolehan perbaikan tanah ini antara lain seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sampai perbaikan tanah siap untuk digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan. Misalnya biaya perolehan tempat parkir yang baru saja dibangun, antara lain seluruh pengeluaran untuk pengerasan dan pengaspalan, saluran air, penerangan, dan pemagaran seputar wilayah tempat parkir.

Gedung atau Bangunan

Aset Tetap - Gedung atau Bangunan

Gedung adalah fasilitas yang dibangun di atas tanah dan digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Semua pengeluaran yang digunakan dalam memperoleh gedung mulai dari biaya pembelian dan pembangunan harus dibebankan pada akun Gedung.

Apabila gedung diperoleh dengan cara pembelian, maka biaya perolehannya akan meliputi harga beli, komisi perantara, dan biaya notaris. Sedangkan jika gedung tersebut dibangun sendiri oleh perusahaan, maka biaya perolehannya akan meliputi semua pengeluaran untuk membuat gedung tersebut hingga siap untuk digunakan, termasuk dengan saluran listrik dan air.

Baca Juga:   Pengertian, Tujuan, Jenis, Sifat Akun dan Kode Akun dalam Akuntansi Lengkap dengan Penjelasannya

Jika perusahaan membuat bangunan yang membutuhkan fasilitas tertentu, seperti bangunan untuk servis dan cuci kendaraan, maka biaya perolehan gedung akan meliputi harga kontrak bangunan ditambah dengan biaya perencanaan oleh arsitek, biaya ijin mendirikan bangunan, dan pembuatan fasilitas pencucian.

Selain itu, jika pembangunan gedung tersebut didanai dengan menggunakan pinjaman berbunga, maka biaya bunga selama masa pembangunan gedung juga harus dibebankan ke dalam biaya perolehan gedung, apabila:

  1. Masa pembangunan gedung mencakup periode waktu yang cukup panjang (biasanya lebih dari satu tahun); dan
  2. Beban bunga yang dibayarkan per tahun cukup besar jumlahnya.

Dalam hal tersebut, maka biaya bunga bisa dipandang sebagai biaya yang diperlukan seperti halnya biaya bahan dan biaya ketenagakerjaan. Namun, perlu diingat bahwa biaya bunga yang diperhitungkan sebagai biaya perolehan bangunan hanyalah biaya bunga selama periode pembangunan. Setelah pembangunan selesai, maka pembayaran bunga untuk pembangunan tersebut, harus dibebankan pada akun beban bunga.

Peralatan

Aset Tetap - Peralatan

Peralatan adalah semua alat yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan, seperti peralatan kantor, peralatan toko, mesin pabrik, kendaraan, mebel, dan lain-lain. Biaya perolehan atas peralatan ini terdiri dari harga beli tunai peralatan, biaya pengangkutan barang hingga sampai ke gudang, dan biaya asuransi selama pengangkutan barang yang dibayarkan oleh pembeli.

Selain itu, termasuk juga di dalamnya pengeluaran untuk perakitan, pemasangan, dan pengujian peralatan yang dibeli hingga benar-benar siap untuk digunakan. Bea balik nama kendaraan juga harus ditambahkan pada biaya perolehan kendaraan, tetapi pajak kendaraan tahunan dan asuransi kecelakaan kendaraan tidak boleh dibebankan sebagai biaya perolehan.

Karena pajak kendaraan tahunan dan asuransi kecelakaan kendaraan bukan termasuk biaya untuk memperoleh kendaraan, sehingga kedua biaya tersebut akan dibebankan sebagai biaya tahun yang bersangkutan. Pembayaran untuk perbaikan kerusakan dalam perjalanan atau biaya perakitan yang dipandang tidak penting atau tidak diperlukan, tidak perlu dimasukkan sebagai biaya perolehan peralatan.

Nahh, itulah artikel tentang Aset Tetap; Pengertian, Karakteristik, Penggolongan, dan Biaya Perolehan Lengkap, jika ada yang ingin ditanyakan mengenai materi bisa menghubungi instagram atau facebook kami 😊.

Jangan lupa untuk share artikel Aset Tetap; Pengertian, Karakteristik, Penggolongan, dan Biaya Perolehan Lengkap ini ke teman-teman kalian, agar ilmu ini bisa terbagi pula.

Stay Productive


Bagikan Artikel Ini

Penulis dan Developer Blog Seven Accounting

Tinggalkan Balasan