Pengertian, Tujuan, Jenis, Sifat Akun dan Kode Akun dalam Akuntansi Lengkap dengan Penjelasannya

Apa itu Akun? Tujuan buat Akun itu apa sih? Kenapa harus ada yang namanya Akun dan Kode Akun dalam akuntansi?

Nahh… Di artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai Pengertian, Fungsi, Rumus, dan Contoh Persamaan Dasar Akuntansi Lengkap. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai apa itu akun sihh?? Akun adalah suatu nama yang menggambarkan transaksi keuangan dalam perusahaan. Eittsss…. Nama yang menggambarkan transaksi keuangan dalam suatu perusahaan loh yahh… Bukan nama facebook atau instagram kalian hehehehe… Atau mungkin nama man*** kalian… Ehh udah sampai sini aja canda nya … Oke

Berikut ini Penjelasan mengenai Pengertian, Tujuan, Jenis, Sifat Akun dan Kode Akun dalam Akuntansi Lengkap :

Pengertian dan Tujuan Akun

Pengertian Akun dan Kode Akun

Akun adalah suatu alat yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Tujuan pemakaian akun ini adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan. Akun ini memberikan informasi tentang kegiatan operasional perusahaan dari hari ke hari. Sebagai contoh, misalnya dari suatu akun dapat diketahui jumlah kewajiban perusahaan terhadap kreditur, jumlah piutang perusahaan terhadap debitur, harga perolehan dari aset yang dimiliki oleh perusahaan, sumber dan besarnya pendapatan perusahaan. Dengan menggunakan akun ini, maka transaksi yang terdapat dalam perusahaan dapat dicatat secara lengkap dan tepat.

Jumlah akun yang perlu untuk diadakan atau dibuka oleh perusahaan dalam menyelenggarakan pembukuan tergantung pada kebutuhannya. Kumpulan akun yang digunakan dalam pembukuan suatu perusahaan inilah yang disebut dengan buku besar atau general ledger. Buku besar dapat berupa sebuah “buku” yang halamannya berfungsi sebagai akun, atau bisa juga berupa kumpulan dari kartu-kartu. Dalam buku besar biasanya setiap akun disusun dengan urutan tertentu, yaitu akun yang terdapat dalam neraca atau akun riil disusun paling depan dan paling atas, dan setelah itu barulah akun yang terdapat dalam laporan laba rugi atau akun nominal akan dicantumkan dalam buku besar.

Akun dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu:

  • Akun Neraca atau yang biasa disebut juga dengan akun riil yaitu akun yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam neraca atau laporan posisi keuangan. Pada setiap akhir periode akun neraca atau akun riil tidak akan ditutup dalam jurnal penutup dan akan menjadi akun untuk melanjutkan pencatatan ke tahun berikutnya. Akun neraca atau akun riil ini terdiri dari akun aset (harta), akun kewajiban (utang), dan akun ekuitas (modal).
  • Akun laba rugi atau yang biasa disebut juga dengan akun nominal, yaitu akun yang pada akhir periode akan dilaporkan di dalam laporan laba rugi. Pada setiap akhir periode akuntansi, akun laba rugi atau akun nominal ini akan ditutup dalam jurnal penutup sehingga saldo akun ini setiap awal periode adalah nol. Akun laba rugi atau akun nominal ini terdiri dari akun pendapatan dan akun beban.
Baca Juga:   Pengertian, Manfaat, Bentuk, dan Cara Membuat Jurnal Umum pada Perusahaan Jasa Lengkap

Hubungan Antara Akun Rill dengan Neraca atau Laporan Posisi Keuangan

Akun Riil

Posisi saldo akun riil dalam buku besar adalah sejalan dengan penyajian pos-pos di dalam neraca yang disusun dalam bentuk akun. Akun-akun aset (harta) yang dicantumkan pada sisi kiri neraca, adalah akun yang biasanya memiliki saldo normal debit, sedangkan akun kewajiban (utang) dan ekuitas (modal) yang dicantumkan pada sisi kanan neraca, adalah akun yang biasanya memiliki saldo normal kredit.

Berdasarkan hubungan tersebut maka pertambahan dalam akun aset akan dicatat pada sisi debit dan pertambahan dalam akun kewajiban dan ekuitas akan dicatat pada sisi kredit. Sebaliknya, pengurangan dalam akun aset akan dicatat pada sisi kredit. Demikian pula pengurang dalam akun kewajiban dan ekuitas akan dicatat pada sisi debit.

Hubungan Antara Akun Nominal dengan Ekuitas

Akun Nominal

Akun nominal atau akun laba rugi adalah akun yang digunakan untuk mencatat sumber pendapatan dan beban yang terjadi dalam usaha memnperoleh pendapatan tersebut. Pada materi sebelumnya telah dijelaskan bahwa jika jumlah pendapatan lebih besar daripada jumlah beban, maka perusahaan memperoleh laba dan akan menambah saldo akun ekuitas. Akan tetapi jika jumlah beban lebih besar daripada jumlah pendapatan, maka perusahaan menderita rugi dan akan mengurangi saldo akun ekuitas.

Dalam kata lain, pendapatan akan cenderung menambah saldo akun ekuitas, dan beban akan cenderung mengurangi saldo akun ekuitas. Maka berdasarkan hal inilah seperti halnya akun Ekuitas, setiap adanya pertambahan pada pendapatan akan dicatat pada sisi kredit, sedangkan setiap adanya pengurang atas pendapatan atau pertambahan pada beban akan dicatat pada sisi debit.

Akun Prive

Akun Prive

Pemilik perusahaan perseorangan atau para sekutu dari suatu persekutuan, biasanya secara periodik akan mengambil uang dari perusahaannya untuk keperluan pribadi mereka. Pengambilan barang atau uang dalam perusahaan yang digunakan untuk kepentingan pribadi oleh pemilik atau sekutu iniliah yang disebut dengan prive.

Pengambilan pribadi atau prive ini akan menyebabkan berkurangnya ekuitas pemilik. Oleh karena itu, prive akan dicatat dengan mendebit akun ekuitas. Namun demikian pada umumya perusahaan mengadakan atau membuka suatu akun khusus yang disebut dengan akun Prive. Pendebitan atas akun prive ini sama artinya dengan mengurangi ekuitas perusahaan. Dalam hal ini akun prive terlihat seolah-olah merupakan akun beban. Akan tetapi terdapat perbedaan yang mendasar antara akun prive dengan akun beban, sebab akun prive bukan merupakan elemen beban yang mengurangi terhadap pendapatan. Prive biasanya merupakan pengambilan kas atau barang lain yang dilakukan oleh pemilik untuk kepentingan pribadi sebagai pengambilan bagian keuntungan dari operasional perusahaan.

Baca Juga:   20 Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Sifat Akun Riil

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa pertambahan akun aset dicatat pada sisi debit atau sisi kiri dan pengurangannya dicatat pada sisi kredit atau sisi kanan. Sebaliknya untuk akun kewajiban dan ekuitas adalah berlawanan dengan akun aset, yaitu pertambahan dicatat pada sisi kredit dan pengurangannya dicatat pada sisi kredit. Untuk semua jenis akun sisi kiri disebut dengan sisi debit dan sisi kanan disebut dengan sisi kredit. Dengan demikian sisi debit dan sisi kredit dapat menunjukkan pertambahan dan dapat pula menunjukkan pengurangan.

Aturan pendebitan dan pengkreditan untuk akun-akun tersebut dapat dinyatakan dalam tabel sebagai berikut:

Akun Rill 001

Atau

Akun Riil 002

Sifat Akun Nominal

Aturan pendebitan dan pengkreditan untuk akun pendapatan dan beban didasarkan pada hubungan antara akun tersebut terhadap akun ekuitas. Laba bersih atau rugi bersih dalam suatu periode yang terdapat pada laporan laba rugi merupakan pertambahan bersih atau pengurangan bersih terhadap saldo akun ekuitas. Dikarenakan pendapatan cenderung akan menambah saldo akun ekuitas dan beban cenderung akan mengurangi saldo akun ekuitas, maka aturan pendebitan dan pengkreditan untuk akun pendapatan dan beban apabila dihubungkan dengan akun ekuitas akan seperti tabel berikut:

Akun Nominal 001

Pada akhir periode akuntansi, saldo akun pendapatan dan beban akan dilaporkan dalam laporan laba rugi. Saldo akun nominal yang terdapat pada buku besar kemudian dipindahkan dalam akun ringkasan pendapatan dan beban yang disebut akun laba rugi. Saldo akun laba rugi yang menggambarkan laba atau rugi pada periode yang bersangkutan, kemudian akan dipindahkan dalam akun Ekuitas, sehingga tidak ada saldo akun nominal yang akan dibawa ke periode berikutnya atau saldonya adalah nol. Sementara saldo akun aset, kewajiban dan ekuitas yang dilaporkan dalam neraca akan dibawa ke periode akuntansi yang berikutnya sebagai saldo awal periode.

Saldo Normal Akun

Aturan pendebitan dan pengkreditan serta saldo pada umumnya (saldo normal) dari berbagai jenis akun dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Saldo Normal Akun

Apabila suatu akun yang biasanya memiliki saldo normal di sisi debit menunjukkan saldo kredit atau sebaliknya, maka hal ini merupakan suatu petunjuk adanya kesalahan pencatatan atau ada transaksi yang tidak biasa atau mungkin orang yang melakukan pencatatan tersebut sedang dalam kondisi yang buruk misalnya lagi diputusin mantan hehehe… canda. Misalnya apabila akun Peralatan menunjukkan saldo kredit, sudah jelas kalau terdapat kesalahan pencatatan terhadap transaksi. Akan tetapi bila akun utang usaha yang mempunyai saldo debit atau mungkin saldo piutang usaha memiliki saldo kredit maka hal ini mungkin terjadi karena adanya pembayaran kewajiban pada kreditur atau penerimaan pelunasan dari kreditur yang jumlahnya lebih besar daripada jumlah yang sesungguhnya.

Baca Juga:   Bukti Transaksi Dalam Perusahaan Dagang Lengkap Dengan Penjelasannya

Kode Akun dalam Akuntansi

Kode Akun

Kode akun adalah suatu kerangka yang menggunakan huruf, angka, atau kombinasi dari keduanya untuk memberikan tanda atau kode (kepada dia yang disana 🙂 ) pada akun yang sudah diadakan atau dibuka sebelumnya. Tujuan dibuatnya kode akun ini oleh perusahaan adalah untuk mempermudah dalam mengidentifikasi akun dalam buku besar yang jumlahnya sangat banyak.

Tujuan lain dari dibuatnya kode akun oleh perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Mempermudah pencatatan, pengelompokan, dan penyimpanan serta pengambilan data keuangan dalam akuntansi
  • Menyediakan identifikas akun yang ringkas
  • Mengurangi pekerjaan yang berkaitan dengan pencatatan.
  • Mempermudah dalam pemrosesan data berikutnya.

Terdapat enam aturan yang umumnya digunakan dalam pembuatan kode akun oleh perusahaan antara lain sebagai berikut:

1 – Kode Numerial

Kode numerial adalah aturan pembuatan kode akun yang hanya menggunakan angka secara berurutan tanpa mengelompokkannya mulai dari 1-100 atau selebihnya.

Berikut ini contoh daftar akun menggunakan kode numeral:

Kode Numeral

2 – Kode Kelompok

Kode kelompok adalah aturan pembuatan kode akun dimana pemberian kode dilakukan dengan cara mengelompokkan masing-masing akun berdasarkan golongan dan jenis akunnya, yaitu akun aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban.

Berikut ini contoh daftar akun menggunakan kode kelompok:

Kode Kelompok

3 – Kode Angka Blok

Kode angka blok adalah aturan pembuatan kode akun dimana pemberian kode dilakukan dengan cara membagi akun menjadi beberapa golongan akun yang sejenis dengan setiap golongan akun akan disediakan suatu blok angka secara berurutan.

Berikut ini contoh daftar akun menggunakan kode angka blok:

Kode Angka Blok

4 – Kode Mnemonik

Kode mnemonik adalah aturan dalam pembuatan kode akun yang berkaitan dengan penggunaan huruf sebagai alat untuk mengelompokkan golongan dan jenis dari akun yang bersangkutan.

Berikut ini contoh daftar akun menggunakan kode mnemonik:

Kode Mnemonik

5 – Kode Kombinasi Huruf dan Angka

Kode kombinasi huruf dan angka adalah aturan dalam pembuatan kode akun yang menggunakan kombinasi antara huruf dan angka dalam pemberian kode pada golongan dan jenis akunnya. Dalam aturan ini, huruf diletakkan di depan sebagai tanda golongan akun tersebut, dan angka diletakkan di belakang huruf sebagai kode dari akun tersebut.

Berikut ini contoh daftar akun menggunakan kode kombinasi huruf dan angka:

Kode Kombinasi Huruf dan Angka

6 – Kode Angka Desimal

Kode angka desimal adalah aturan dalam pembuatan kode akun dengan menggunakan sepuluh unit angka mulai dari 0 sampai 9 dan menggunakan bentuk bilangan desimal untuk penggolongan akunnya.

Berikut ini contoh daftar akun menggunakan kode angka desimal:

Kode Angka Desimal

Nahh.. Cukup sekian artikel mengenai penjelasan akun dan kode akun. Jika mungkin ada yang belum bisa dipahami atau ingin bertanya seputar masalah akuntansi, bisa langsung ke halaman Tanya Jawab atau bisa ke sosial media kami (Facebook atau Instagram). Terimakasih atas kunjungannya… Semoga Bermanfaat :3

Default image
Sapta Jaya Pradana
Penulis dan Developer Blog Seven Accounting
Leave a Reply