Akun & Jurnal Perusahaan Dagang Lengkap

Apa aja sih akun yang ada di perusahaan dagang?? Dan bagaimana caranya menjurnal setiap transaksi yang terdapat pada perusahaan dagang??

Nahh… Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas mengenai Bukti Transaksi Dalam Perusahaan Dagang. Pada artikel ini kita akan membahas tentang Akun & Jurnal yang ada pada Perusahaan dagang. 🙂

Untuk penjelasan lengkapnya, langsung saja membaca dibawah ini 🙂

Akun pada Perusahaan Dagang

Akun pada Perusahaan Dagang

Akun yang terdapat pada perusahaan dagang berbeda dari akun pada perusahaan jasa. Hal ini karena produk yang dijual dari kedua perusahaan tersebut pun berbeda. Sehingga untuk mencatat transaksi tersebut ke dalam jurnal harus menggunakan akun yang berbeda-beda pula. Adapun akun yang terdapat pada perusahaan dagang adalah sebagai berikut :

Pembelian (Purchase)

Pembelian barang dagang dari pemasok dapat dilakukan baik secara tunai maupun secara kredit. Setiap pembelian harus selalu didukung dengan dokumen yang akan memberikan bukti tertulis dari adanya transaksi tersebut. Setiap pembelian secara tunai harus didukung dengan bukti pembayaran berupa nota kontan, dan untuk pembelian secara kredit akan didukung dengan faktur pembelian. Yang dimaksud dengan faktur pembelian ini adalah faktur asli yang diserahkan kepada pembeli oleh penjual.

Transaksi pembelian barang dagang umumnya baru akan dicatat oleh pembeli ketika barang sudah diterima dari pemasok atau penjual. Dalam pencatatan transaksi pembelian barang dagang, perusahaan pembeli akan mencatat pembelian barang dagang secara tunai pada jurnal pengeluaran kas, dan pembelian secara kredit pada jurnal pembelian.

Retur Pembelian (Purchase Return)

Pembeli mungkin merasa tidak puas dengan barang yang dibelinya dari penjual. Barang yang diterima pembeli mungkin saja rusak, cacat, atau mungkin tidak sesuai dengan spesifikasi kebutuhan dari pembeli. Dalam hal ini, pembeli bisa mengembalikan barang yang telah dibeli kepada penjual. Lalu, pembeli akan memperoleh pengurangan utang terhadap penjual, jika pada awalnya pembelian dilakukan secara kredit, atau pembeli akan menerima pengembalian kas jika pada awalnya pembelian dilakukan secara tunai.

Dalam pencatatan transaksi retur pembelian, perusahaan pembeli akan mencatat retur pembelian pada jurnal umum, jika pada awalnya pembelian barang dagang dilakukan secara kredit, atau pembeli akan mencatatnya pada jurnal pengeluaran kas, jika pada awalanya pembelian barang dagang dilakukan secara tunai.

Baca Juga:   Pengertian, Sistem, & Jurnal Kas Kecil

Biaya Angkut Pembelian (Freight In/Freight Paid)

Dalam transaksi pembelian barang dagang seharusnya telah disepakati apakah penjual atau pembeli yang akan membayar atau menanggung semua ongkos angkut barang mulai dari gudang penjual hingga gudang pembeli. Terdapat dua jenis syarat pengangkutan barang (freight terms), yaitu franko gudang penjual (Free On Board Shipping Point) dan franko gudang pembeli (Free On Board Destination Point).

  • Franko Gudang Penjual (FOB Shipping Point) adalah syarat pengiriman barang dimana pembeli yang menanggung seluruh biaya pengiriman barang mulai dari gudang penjual ke gudang pembeli.
  • Franko Gudang Pembeli (FOB Destination Point) adalah syarat pengiriman barang dimana penjual yang menanggung seluruh biaya pengiriman barang mulai dari gudang penjual ke gudang pembeli.

Biaya angkut pembelian sendiri adalah akun yang timbul jika pembeli menanggung seluruh biaya pengiriman barang mulai dari gudang penjual hingga gudang pembeli dengan sistem pencatatan periodik. Jika menggunakan sistem pencatatan perpetual, maka akun yang muncul pada sisi debit bukan lagi biaya angkut pembelian melainkan adalah akun Beban Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold).

Potongan Pembelian (Purchase Discount)

Potongan pembelian adalah diskon yang diberikan oleh penjual kepada pembeli apabila pembeli membayar utang dagangnya dalam jangka waktu tertentu. Setiap transaksi pembelian secara kredit biasanya akan disertai dengan persyaratan kredit. Persyaratan kredit tertentu dalam transaksi pembelian secara kredit memungkinkan pembeli untuk mendapatkan potongan tunai apabila si pembeli melakukan pembayaran dalam jangka waktu tertentu. Persyaratan kredit ini secara khusus menunjukkan berapa besarnya potongan tunai yang dapat dimanfaatkan pembeli, berapa lamanya periode potongan, dan berapa lamanya batas waktu akhir bagi pembeli untuk membayar seluruh utangnya pada penjual.

Contoh persyaratan kredit adalah 2/10, n/30 yang artinya bahwa pembeli akan mendapatkan potongan tunai sebesar 2% dari nilai transaksi pembelian apabila pembayaran dilakukan dalam waktu 10 hari sejak tanggal pembelian dan jika potongan tunai tidak berhasil dimanfaatkan oleh pembeli maka batas akhir waktu bagi pembeli untuk melunasi selutuh utangnya pada penjual adalah paling lambat 30 hari sejak tanggal pembelian.

Transaksi ini didukung dengan menggunakan bukti berupa kwitansi atau bukti kas keluar. Dalam transaksi pembayaran utang dagang oleh pembeli kepada penjual ini, akan dicatat pada jurnal pengeluaran kas baik pembayaran dilakukan dengan mendapatkan potongan tunai maupun tidak mendapatkan potongan tunai.

Baca Juga:   Bukti Transaksi Dalam Perusahaan Dagang Lengkap Dengan Penjelasannya

Ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung besarnya potongan pembelian, yaitu:

  • Persyaratan kredit; pastikan bahwa pembayaran utang oleh pembeli dilakukan dalam periode potongan seperti yang tercantum dalamnya, termasuk berapa presentase potongan yang didapatkan.
  • Retur pembelian; potongan pembelian didasarkan pada nilai tagihan setelah dikurangi dengan retur pembelian jika selama periode potongan terdapat retur pembelian.

Penjualan (Sales)

Pendapatan dari penjualan barang dagang pada dasarnya sama dengan pendapatan jasa, yaitu dicatat ketika pendapatan sudah terjadi (berlangsung). Yang membedakan antara keduanya adalah pada hal yang dijualnya saja. Umumnya, penjualan barang dagang terjadi ketika barang ditransfer dari penjual kepada pembeli.

Sama dengan pembelian, setiap transaksi penjualan harus didukung dengan bukti berupa Faktur Copy yang dibuat sendiri oleh penjual jika penjualan dilakukan secara kredit, dan akan didukung dengan menggunakan Nota Kontan Copy jika penjualan dilakukan secara tunai. Transaksi penjualan ini akan dicatat pada jurnal penjualan jika penjualan tersebut dilakukan secara kredit, dan akan dimasukkan dalam jurnal penerimaan kas jika penjualan dilakukan secara tunai.

Retur Penjualan (Sales Return)

Retur Penjualan terjadi apabila perusahaan menerima kembali barang dagangan yang telah dijualnya kepada pelanggan akibat adanya kerusakan barang atau barang yang dijual tidak sesuai dengan kriteria. Retur penjualan merupakan akun kontra dari akun penjualan. Jika akun penjualan memiliki saldo normal di kredit, maka akun retur penjualan memiliki saldo normal yang berlawananan, yaitu di sebelah debit.

Retur Penjualan didukung dengan bukti berupa nota kredit jika pada saat penjualan dilakukan secara kredit, dan akan didukung dengan bukti berupa kwitansi atau bukti pengeluaran kas jika pada saat penjualan dilakukan secara tunai. Transaksi ini dicatat dalam jurnal umum jika dilakukan secara kredit, dan akan dicatat pada jurnal pengeluaran kas jika dilakukan secara tunai.

Potongan Penjualan (Sales Discount)

Potongan Penjualan adalah potongan yang akan diberikan oleh penjual ketika pembeli melunasi utangnya dalam jangka waktu tertentu yang ditetapkan saat transaksi pembelian terjadi. Penjual biasanya akan menawarkan pembeli potongan tunai untuk pembayaran yang bisa dilakukan dalam waktu yang segera sesuai dengan periode potongan yang tercantum pada persyaratan kredit.

Baca Juga:   Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contoh 5 Laporan Keuangan Lengkap

Transaksi pelunasan piutang dagang ini biasanya akan didukung dengan bukti berupa kwitansi atau bukti kas masuk. Dalam pencatatannya, transaksi ini akan dicatat dalam jurnal penerimaan kas baik jika transaksi disertai dengan potongan tunai ataupun tidak.

Biaya Angkut Penjualan (Freight Out)

Biaya angkut penjualan ini hanya akan terjadi jika pada transaksi penjualan barang dagang dilakukan dengan menggunakan FOB Destination Point, dimana seluruh biaya untuk mengirim barang dari gudang penjual ke gudang pembeli ditanggung oleh penjual.

Pendapatan Jasa Angkut (Freight Collected)

Akun Pendapatan jasa angkut ini hanya akan muncul dalam jurnal jika transaksi penjualan barang dagang dilakukan dengan FOB Shipping Point, dimana seluruh biaya untuk mengirim barang dari gudang penjual ke gudang pembeli ditanggung oleh pembeli. Pada transaksi ini, karena seluruh biaya angkut ditanggung pembeli maka pembeli akan membayar kepada penjual sehingga timbul akun biaya angkut pembelian, sedangkan penjual akan menerima uang dari pembeli sehingga penjual akan mencatatnya dalam akun pendapatan jasa angkut.

Beban Pokok Penjualan (Cost of Goods Sols)

Akun beban pokok penjualan adalah akun pada perusahaan dagang yang digunakan untuk mencatat harga pokok dari barang yang terjual. Umumnya, perusahaan dagang akan menggunakan akun Beban Pokok Penjualan jika menggunakan sistem pencatatan perpetual, karena harga pokok dari barang yang terjual harus selalu dicatat setiap terjadinya penjualan. Sedangkan untuk perusahaan dagang yang menggunakan sistem pencatatan periodik terkadang juga menggunakan akun ini untuk mencatat harga pokok dari barang yang terjual. Perbedaannya dengan sistem pencatatan perpetual adalah jika digunakan sistem pencatatan periodik, beban pokok penjualan akan dicatat setiap akhir periode akuntansi, yaitu saat pembuatan jurnal penyesuaian.

Jurnal pada Perusahaan Dagang

Jurnal pada Perusahaan Dagang

Berikut ini adalah jurnal yang terdapat pada perusahaan dagang berdasarkan transaksinya menggunakan sistem pencatatan periodik dan perpetual :

File diatas kami sajikan dalam bentuk pdf agar kalian dapat membuka nya walaupun tidak terhubung dengan internet, sehingga memudahkan kalian dalam belajar menjurnal transaksi pada perusahaan dagang, karena jurnal adalah bagian yang terpenting dalam siklus akuntansi. Jika jurnal kalian salah, secara otomatis ke belakang juga akan salah.

Nahh… Itu dia artikel dari kita mengenai Akun & Jurnal yang terdapat pada Perusahaan Dagang. Bila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut silahkan klik link berikut ini Tanya Jawab atau bisa langsung mengunjungi Facebook atau Instagram kami jika mungkin ada yang belum dipahami mengenai materi yang kami sampaikan. Semoga Bermanfaat 🙂

Default image
Sapta Jaya Pradana
Penulis dan Developer Blog Seven Accounting
Leave a Reply